Program Makan Bergizi Gratis Belum Menyentuh SMA Negeri 1 Belitang, Siswa dan Guru Pertanyakan Realisasi
OKU TIMUR, MediaEkspresi.id – Program unggulan pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kini belum dirasakan oleh ribuan siswa di SMA Negeri 1 Belitang (Gumawang), Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Kondisi ini memicu keluhan dari para siswa yang merasa dianaktirikan dibandingkan sekolah lain.
Kesenjangan Antar Sekolah
Salah satu siswa SMA Negeri 1 Belitang berinisial RM, mengungkapkan kegelisahannya kepada awak media. Menurutnya, informasi mengenai distribusi makan siang gratis di sekolah lain sudah sering terdengar, namun di sekolahnya sendiri belum ada tanda-tanda realisasi.
"Di sekolah kami sampai saat ini belum pernah merasakan MBG, sedangkan di sekolah lain sudah dapat. Sejak awal program ini diluncurkan, kami siswa-siswi sangat ingin merasakannya juga," ujar RM pada Sabtu (14/2/2026).
Data Sudah Masuk, Realisasi Nihil
Menanggapi keluhan siswa tersebut, pihak sekolah melalui Guru Humas membenarkan bahwa hingga pertengahan Februari 2026, belum ada satu pun paket makanan yang masuk ke lingkungan SMA Negeri 1 Belitang.
Pihak sekolah menyatakan telah mengikuti prosedur administratif sejak awal program dicanangkan. Berikut adalah poin-poin kendala yang dihadapi:
• Data Siswa: Sekolah telah menyerahkan data lengkap sebanyak kurang lebih 1.150 siswa.
• Ketidakpastian Pengelola: Pihak sekolah mengaku telah berulang kali berkoordinasi dengan pihak pengelola, namun hanya diminta untuk menunggu proses tanpa kejelasan batas waktu.
• Potensi Kecemburuan: Belum meratanya distribusi ini dikhawatirkan memicu kecemburuan sosial antar siswa di wilayah OKU Timur.
"Ini yang menjadi pertanyaan kami, di mana kendalanya sehingga kami belum dapat juga? Jumlah siswa kami cukup fantastis, mencapai 1.150 orang. Kami sangat menyayangkan keterlambatan ini," ungkap perwakilan Humas sekolah tersebut.
Harapan Kepada Pemerintah
Besar harapan keluarga besar SMA Negeri 1 Belitang agar pemerintah daerah maupun pusat segera mengevaluasi kinerja pihak pengelola program MBG di wilayah OKU Timur. Pihak sekolah meminta agar kendala teknis maupun distribusi segera diatasi agar asas keadilan dalam program pemerintah ini dapat dirasakan oleh seluruh siswa tanpa terkecuali.
• Sihabbudin

Posting Komentar