Potret Buram Kemiskinan di Bekasi: Rumah Ibu Simah di Cabangbungin Terancam Ambruk
BEKASI, MediaEkspresi.id – Potret kemiskinan ekstrem kembali mencuat di wilayah Kabupaten Bekasi. Di Dusun Capjaya RT 004/002, Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, sebuah keluarga kecil harus bertahan hidup di bawah bayang-bayang rumah yang nyaris roboh dan membahayakan keselamatan penghuninya.
Kondisi Bangunan yang Memprihatinkan
Rumah yang ditempati oleh Simah (45), seorang ibu dengan dua anak, saat ini dalam kondisi yang sangat jauh dari kata layak. Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan bangunan sudah masuk dalam kategori total dan membahayakan:
• Struktur Bangunan: Atap yang rapuh dan dinding lapuk membuat rumah ini terancam ambruk sewaktu-waktu, terutama saat cuaca ekstrem atau hujan deras.
• Kerusakan Area Vital: Area dapur dan ruang sudut (L) dilaporkan telah hancur.
• Akses Terhambat: Pintu depan terpaksa tidak difungsikan karena kerusakan struktur yang membuat pintu tidak bisa dibuka-tutup, sekaligus sebagai langkah antisipasi agar getarannya tidak meruntuhkan bagian bangunan lainnya.
Bertahan di Tengah Keterbatasan
Untuk menyambung hidup dan membiayai kedua anaknya, Simah bekerja serabutan sebagai buruh masak dan buruh setrika pakaian. Dengan penghasilan yang tidak menentu, impian untuk merenovasi tempat tinggal menjadi hal yang mustahil baginya.
"Mau bagaimana lagi, inilah gubuk kami, jadi ya harus disyukuri. Bagaimana mau renovasi atau membangun, untuk makan sehari-hari saja masih belum mencukupi," ujar Simah dengan nada lirih saat diwawancarai media.
Menanti Uluran Tangan Pemerintah
Meski kondisi rumahnya kian mengkhawatirkan, hingga saat ini dikabarkan belum ada bantuan perbaikan yang menyentuh kediamannya. Simah berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atau para dermawan dapat memberikan perhatian khusus.
Kisah Ibu Simah menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa di tengah pesatnya pembangunan industri di Bekasi, masih ada warga yang harus bertaruh nyawa di bawah atap yang rapuh demi sekadar berteduh.
• Saimbar

Posting Komentar