Peringati HPN 2026, Ketua AKPERSI Lampung Utara Ajak Pers Jaga Integritas demi Kemandirian Bangsa

Ashari : Ketua AKPERSI DPC Lampung Utara
LAMPUNG UTARA, MediaEkspresi.id – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang berlangsung pada 6-9 Februari 2026 di Serang, Banten, menjadi refleksi mendalam bagi dunia jurnalistik Indonesia. Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPC Lampung Utara, Ashari, menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar moral yang menjaga kedaulatan bangsa.
Dalam keterangannya pada Sabtu (7/2), Ashari menyampaikan apresiasi sekaligus pesan strategis bagi seluruh insan pers di Tanah Air, khususnya di wilayah Lampung Utara.
Pers Sehat, Bangsa Kuat
Mengacu pada tema HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, Ashari menegaskan bahwa tanggung jawab pers melampaui sekadar penyampaian informasi. Menurutnya, pers memiliki beban moral dalam menjaga kualitas demokrasi dan stabilitas ekonomi nasional.
"Pers harus terus tumbuh sebagai kekuatan moral yang independen, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik. Jika pers mampu menjaga integritasnya, maka perannya dalam membangun bangsa yang tangguh akan semakin nyata," ujar Ashari.
Menghadapi Tantangan Era Digital
Ashari menilai indikator pers yang sehat bukan hanya dilihat dari kecepatan distribusi berita atau kuantitas media, melainkan dari:
• Komitmen terhadap kebenaran: Menyajikan fakta objektif di tengah arus misinformasi.
• Kepatuhan Etika: Menjalankan kode etik jurnalistik secara konsisten.
• Kredibilitas Informasi: Membentuk masyarakat cerdas melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.
Apresiasi Jurnalis Daerah
Lebih lanjut, Ashari memberikan apresiasi khusus bagi para jurnalis di Lampung Utara yang tetap konsisten menjalankan tugas meski dihadapkan pada tantangan lapangan yang dinamis. Ia berharap HPN 2026 menjadi titik balik peningkatan kapasitas dan solidaritas antar-wartawan.
"Pers adalah pilar bangsa. Ketika pers sehat dan kuat, maka Indonesia akan melangkah lebih kokoh," pungkasnya.
Peringatan HPN yang jatuh setiap tanggal 9 Februari ini diharapkan kembali meneguhkan komitmen kolektif pers Indonesia dalam mengawal pembangunan serta menjadi penyambung lidah rakyat yang kredibel.
• Red
Posting Komentar