Penanganan Tanah Bergerak Padasari dan Jembatan Bengle Jadi Skala Prioritas Pemkab Tegal
TEGAL, MediaEkspresi.id – Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya untuk menempatkan penanganan bencana di sejumlah titik wilayah sebagai skala prioritas utama. Fokus utama saat ini tertuju pada percepatan pemulihan pascabencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, serta perbaikan infrastruktur jembatan putus di Desa Bengle, Kecamatan Talang.
Target Hunian Sebelum Lebaran
Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak, Ischak Maulana Rohman menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar dan hunian bagi ribuan keluarga yang mengungsi di Desa Padasari menjadi urgensi yang tidak bisa ditunda. Ischak menargetkan pembangunan hunian bagi warga terdampak dapat terealisasi sebelum hari raya Idulfitri.
"Kami ingin warga Desa Padasari bisa kembali menata hidup dan bekerja untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Ini bukan hanya sekadar tempat tinggal, tapi juga menyangkut masa depan mereka," tegas Ischak di sela-sela peninjauannya.
Selain fokus pada Padasari, komitmen pemulihan juga diarahkan pada kawasan pariwisata Guci guna memastikan roda ekonomi sektor wisata tetap berjalan stabil meski di tengah tantangan cuaca dan geografis.
Dukungan Pemerintah Pusat dan MPR RI
Keseriusan penanganan bencana ini mendapat perhatian langsung dari tingkat nasional. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), Ahmad Muzani, melakukan kunjungan kerja langsung ke dua titik bencana pada Senin (16/02/2026). Didampingi jajaran kementerian terkait dan Forkopimda Kabupaten Tegal, Muzani berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi.
Muzani menekankan pentingnya integrasi data dan koordinasi lintas sektor agar bantuan dari pemerintah pusat tepat sasaran. Ia mengonfirmasi rencana pembangunan 588 unit Hunian Sementara (Huntara) yang ditargetkan rampung sebelum Lebaran.
"Koordinasi lintas sektor harus terintegrasi. Dengan data akurat dan komunikasi yang baik, penanganan akan lebih efektif," ujar Muzani.
Harapan Masyarakat: Realisasi di Atas Simpati
Kunjungan pejabat tinggi negara ini mendapat respons positif namun kritis dari elemen masyarakat. Koordinator Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (FMPP) sekaligus aktivis pembangunan Tegal, Irwan Jaelani, mengapresiasi kehadiran Ketua MPR RI di tengah warga yang tertimpa musibah.
Namun, Irwan mengingatkan bahwa kehadiran fisik pejabat harus dibarengi dengan aksi nyata. "Kami mengapresiasi kehadiran beliau. Namun yang lebih penting adalah komitmen pascakunjungan. Masyarakat menunggu solusi, bukan sekadar simpati," pungkasnya.
Reporter: Atang

Posting Komentar