Antisipasi Kepadatan Idulfitri 1447 H, Polda Lampung Siapkan Strategi 'Delay System'
LAMPUNG, MediaEkspresi.id – Guna menjamin kelancaran arus lalu lintas selama momentum mudik dan balik Lebaran 2026 (Idulfitri 1447 Hijriah), Kepolisian Daerah (Polda) Lampung resmi menyiapkan skema Delay System. Strategi ini dirancang untuk mencegah penumpukan kendaraan yang ekstrem, khususnya di akses menuju gerbang penyeberangan utama.
Skema Situasional Berdasarkan Indikator Warna
Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, menegaskan bahwa penerapan sistem tunda ini tidak bersifat permanen, melainkan situasional. Petugas di lapangan akan memantau volume kendaraan berdasarkan tiga indikator kategori kepadatan:
• Hijau: Arus lancar, optimalisasi kantong parkir pelabuhan.
• Kuning: Antrean kendaraan mencapai Kilometer (KM) 4. Pada tahap ini, Delay System mulai diberlakukan.
• Merah: Kepadatan tinggi, pengalihan arus dan penahanan kendaraan di zona penyangga (buffer zone) dilakukan secara maksimal.
"Kendaraan akan diarahkan untuk menunggu sementara di rest area jalan tol maupun kantong parkir yang telah disiapkan di jalur lintas tengah, timur, dan barat menuju Pelabuhan Bakauheni," jelas Irjen Pol. Helfi, Jumat (27/2/2026).
Skrining Tiket di Buffer Zone
Selain pengaturan jarak, Polda Lampung berkolaborasi dengan instansi terkait untuk melakukan skrining tiket penyeberangan sebelum pemudik mencapai pelabuhan. Langkah ini diambil untuk menghindari kemacetan akibat kendaraan yang belum memiliki tiket digital.
Titik skrining utama akan ditempatkan di:
• Rest Area Tol Lampung: Khususnya di KM 49 dan KM 20.
• Jalur Arteri: Beberapa titik strategis di jalan lintas nasional.
Imbauan untuk Pemudik
Polda Lampung menekankan pentingnya persiapan mandiri bagi masyarakat. Irjen Pol. Helfi mengimbau agar para pemudik memiliki tiket kapal sebelum berangkat dari rumah, mematuhi arahan petugas di lapangan dan memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima.
"Langkah ini bertujuan memastikan kelancaran proses penyeberangan sekaligus membantu masyarakat agar tidak tertahan di pelabuhan hanya karena urusan administrasi tiket," pungkasnya.
Reporter: Ashari

Posting Komentar