Suka Anak-anak, Duka Pengendara: Banjir di Mekarmaya Karawang Munculkan Jasa Dorong Motor

Pengendara motor mengalami mati mesin atau mogok
KARAWANG, mediaekspresi.id – Banjir kembali mengepung ruas Jalan Singaperbangsa, tepatnya di Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, menyusul tingginya intensitas hujan sejak dini hari tadi. Kondisi ini menciptakan pemandangan kontras: keceriaan anak-anak yang bermain air di tengah kesulitan para pengendara yang terjebak banjir.
Antara Tawa dan Mesin yang Mati
Bagi para pengendara roda dua, melintasi jalur ini adalah perjuangan. Genangan air yang cukup tinggi memaksa banyak motor mengalami mati mesin atau mogok akibat air yang masuk ke sistem pembakaran. Raut wajah lelah dan kesal nampak dari para pekerja dan warga yang harus mendorong kendaraan mereka di tengah kepungan air.
Namun, suasana berbeda terlihat tepat di depan Kantor Desa Mekarmaya. Seolah tak peduli dengan keruhnya air, puluhan anak-anak justru memanfaatkan banjir sebagai "waterpark" dadakan. Gelak tawa mereka pecah saat melompat dan berenang di genangan, berbanding terbalik dengan keluhan para pengguna jalan.
Jasa Dorong: Penolong di Tengah Genangan
Di tengah kemacetan dan kepulan asap motor yang mogok, muncul inisiatif dari warga lokal. Sejumlah pemuda dan orang dewasa sigap menawarkan bantuan bagi pengendara yang tak sanggup mendorong motornya sendirian.
Fenomena "jasa dorong motor" ini menjadi penyelamat instan. Tanpa tarif pasti, para warga ini membantu mendorong kendaraan hingga ke titik aman dengan imbalan upah sukarela.
![]() |
| Anak-anak memanfaatkan banjir sebagai waterpark |
"Kasihan banyak ibu-ibu dan pekerja yang motornya mati. Kami bantu sebisanya, untuk upah ya seikhlasnya saja dari mereka, tidak kami patok," ujar salah seorang warga yang ikut membantu di lokasi.
Imbauan Keselamatan
Meski menjadi hiburan bagi anak-anak dan peluang rezeki bagi sebagian warga, banjir ini tetap membawa risiko. Pihak berwenang setempat mengimbau warga untuk berhati-hati terhadap potensi adanya lubang jalan yang tidak terlihat serta risiko penyakit kulit akibat air yang kotor.
Hingga siang ini, air masih merendam jalur utama tersebut. Para pengendara diharapkan mencari jalur alternatif atau menunggu air surut demi menghindari kerusakan kendaraan yang lebih parah.
• Red

Posting Komentar