Miris! Harga Gabah di Karawang Lebih Murah dari Dedak, Petani Desak Bulog Turun Tangan
![]() |
| Foto tangkap layar |
KARAWANG, mediaekspresi.id – Sebuah unggahan video berdurasi 62 detik oleh akun Mella Nurajijah di grup Facebook Karawang Info mendadak viral setelah memperlihatkan keluh kesah seorang pria yang diduga petani di Desa Neglasari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan kondisi miris terkait anjloknya harga gabah di tingkat petani yang kini menyentuh angka Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram.
Pria berkaos biru dalam rekaman video itu menyebutkan bahwa penawaran rendah tersebut datang dari para tengkulak atau bandar di wilayah Karawang. Ia menilai harga tersebut sangat tidak manusiawi dan tidak sebanding dengan Biaya Operasional Produksi (BOP) yang dikeluarkan petani selama masa tanam.
Kalah Murah dari Harga Dedak
Dengan nada getir, pria tersebut membandingkan harga gabah saat ini dengan harga dedak (hasil sampingan penggilingan padi). Menurutnya, fenomena ini sangat memukul ekonomi para petani kecil.
"Masa harga gabah atau padi mahalan harga dedak. Kalau begini terus, petani bisa habis, sawahnya bisa terjual (karena rugi)," ujarnya dalam video yang kini dibanjiri komentar netizen.
Ia juga menyoroti tingginya modal yang dikeluarkan untuk pupuk, tenaga kerja, dan perawatan, yang menurutnya tidak akan pernah tertutup jika harga beli di lapangan tetap ditekan oleh oknum tengkulak di kisaran Rp2.500.
Desak Peran Aktif Bulog
Melalui unggahan video tersebut, ia menyampaikan permohonan terbuka kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk segera turun tangan. Harapan terbesarnya adalah mengaktifkan kembali peran Perum Bulog secara maksimal dalam menyerap hasil panen petani dengan harga yang layak.
“Mohon kepada pemerintah, Bulog diaktifkan lagi,” tegasnya.
Respons Publik
Unggahan ini memicu gelombang simpati dan diskusi hangat di media sosial. Puluhan netizen di grup Karawang Info turut menyuarakan keresahan serupa. Banyak yang meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang untuk segera melakukan sidak lapangan guna menstabilkan harga dan memutus rantai permainan harga oleh oknum spekulan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari dinas terkait dan perwakilan Bulog Karawang mengenai langkah antisipasi anjloknya harga gabah di musim panen kali ini.
• Red

Posting Komentar