Kelola Dapur Umum Mandiri secara Swadaya, Kades Jayalaksana Berharap Dukungan Dinas Terkait
BEKASI, mediaekspresi.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, bergerak cepat merespons musibah banjir yang merendam wilayahnya dengan mendirikan dua titik dapur umum mandiri. Langkah ini diambil guna memastikan kebutuhan logistik warga terdampak tetap terpenuhi di tengah tingginya debit air.
Kepala Desa Jayalaksana, Irwansyah, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah akibat tingginya intensitas hujan dan luapan Kali Ciherang. Berdasarkan data sementara, luapan air merendam pemukiman dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga 70 sentimeter.
"Kami mendirikan dua posko dapur umum khusus untuk warga terdampak, terutama di Kampung Cangkring yang memang menjadi wilayah langganan banjir setiap musim hujan. Saat ini, debit air Kali Ciherang sudah tidak mampu lagi menampung kiriman air," ujar Irwansyah saat meninjau lokasi banjir, Rabu (28/1/2026).
Targetkan 1.000 Bungkus Nasi per Hari
Pihak Pemdes mencatat sedikitnya 700 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.500 jiwa terdampak oleh bencana ini. Untuk mencukupi kebutuhan pangan, dapur umum yang berlokasi di kediaman Kepala Desa dan kediaman Bapak Suparman tersebut menargetkan produksi minimal 1.000 bungkus makanan setiap harinya.
Irwansyah juga menyampaikan harapannya agar instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memberikan dukungan lebih lanjut terhadap upaya mandiri yang telah berjalan selama sepekan ini.
"Kami berharap dinas terkait dapat memberikan perhatian dan dukungan agar operasional dapur mandiri ini lebih optimal. Saya juga sangat berterima kasih kepada masyarakat yang bergotong-royong membantu tenaga maupun materi, serta pihak Kecamatan yang terus mendukung kami," tambahnya.
Kondisi Warga di Lokasi
Meski ketinggian air di beberapa titik mencapai 70 sentimeter hingga masuk ke dalam rumah, sejumlah warga memilih untuk tetap bertahan. Salah satu warga Kampung Cangkring mengaku enggan mengungsi karena mengkhawatirkan keamanan barang berharga di rumahnya.
"Saya bertahan di rumah dengan membuat dipan kayu yang lebih tinggi. Mau bagaimana lagi, kalau ditinggal khawatir ada pencurian. Banjir tahun ini memang paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya 10-20 cm," ungkap warga tersebut.
Berikut adalah lokasi dapur umum yang telah disiagakan oleh Pemdes Jayalaksana:
• Posko 1: Kediaman Kades Irwansyah (Kp. Kandang Sapi RT 006/001).
• Posko 2: Kediaman Bapak Suparman (Kp. Cangkring RT 010/003).
Reporter: Roan
Editor: Ata Priatna


Posting Komentar