Perkuat Pilar Demokrasi, Aliansi Garsus 08 dan SWI Siap Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers 2026 di Boyolali
BOYOLALI, mediaekspresi.id - Aliansi Garuda Khusus (Garsus) 08 secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Indonesia (SWI) dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026. Perhelatan besar ini dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 21 Mei 2026, berpusat di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kegiatan ini akan mengintegrasikan dua agenda besar, yakni "Gerakan Sosial 10.000 Relawan Gotong Royong" dan Musyawarah Nasional (Munas) SWI 2026. Dengan mengusung tema "Pers Mengabdi Untuk Negeri", kolaborasi ini berupaya mempertegas peran pers sebagai pilar keempat demokrasi dalam mengakselerasi pembangunan daerah.
Sinergi Relawan dan Insan Pers
Ketua Umum Aliansi Garsus 08 melalui Sekretaris Jenderal, Ichwan Al, menegaskan bahwa momentum ini merupakan pengejawantahan visi organisasi untuk mempererat persatuan nasional. Menurutnya, sinergi antara komunitas relawan dan jurnalis sangat strategis dalam mendukung program pemerintah.
"Pers memiliki peran krusial dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat gotong royong. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong partisipasi publik yang lebih nyata untuk kemajuan daerah," ujar Ichwan Al dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (28/1).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum SWI, Herry Budiman, mengapresiasi dukungan penuh dari Aliansi Garsus 08. Ia berharap sinergi ini menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Agenda Konkret: Dari Lingkungan hingga Ketahanan Pangan
Peringatan ini dipastikan tidak sekadar seremonial. Panitia telah menyusun rangkaian aksi nyata yang menyasar sektor lingkungan dan ekonomi kerakyatan, di antaranya:
• Aksi Lingkungan: Penanaman pohon dan bunga matahari sebagai simbol investasi ekologis jangka panjang.
• Nasionalisme: Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter.
• Ketahanan Pangan: Pemberdayaan komoditas lokal seperti sorgum, tebu, vanili, dan singkong untuk memperkuat ekonomi desa.
• Komitmen Sosial: Deklarasi Desa Bersih sebagai langkah mewujudkan kawasan bebas sampah dan lestari.
Memperkuat Kontrol Sosial
Selain fokus pada pemberdayaan, kegiatan ini bertujuan memantapkan koordinasi antara insan pers dengan elemen eksekutif, legislatif, yudikatif, serta TNI dan Polri. Melalui keterbukaan informasi dan fungsi kontrol sosial yang sehat, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkokoh ikatan sosial di tengah masyarakat.
Pemilihan Desa Banyuanyar sebagai lokasi pusat kegiatan juga diharapkan mampu mengangkat potensi lokal Boyolali ke kancah nasional, membuktikan bahwa sinergi lintas sektor dapat dimulai dari tingkat desa.
• Red/Amir

Posting Komentar