Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Headline Pedagang PKL Alon-Alon Timur Desak Relokasi Sisi Timur dan Kepastian Lapak Tanpa Menunggu Tahun Depan
Headline

Pedagang PKL Alon-Alon Timur Desak Relokasi Sisi Timur dan Kepastian Lapak Tanpa Menunggu Tahun Depan

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
10 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


SEMARANG, MediaEkspresi.id — Puluhan pedagang kaki lima (PKL) Alon-Alon Timur Kota Semarang bersama Paguyuban Pedagang Pasar, PKL & UMKM Kota Semarang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan kepastian terkait rencana pembongkaran lapak akibat proyek pembuatan drainase. Mereka meminta relokasi sementara dilakukan di sisi timur kawasan tersebut dan pembangunan lapak baru segera direalisasikan tanpa harus menunda hingga tahun depan.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam dengar pendapat bersama Komisi B di Gedung Serbaguna Lantai 2 DPRD Kota Semarang pada Rabu (11/9). Pertemuan diselenggarakan untuk meminta kejelasan mengenai dasar pembongkaran, tata cara penataan, serta jaminan pembangunan kembali lapak bagi pedagang yang memiliki Tanda Daftar Usaha (TDU).

Salah satu perwakilan PKL Alon-Alon Timur, Fery, menyayangkan minimnya transparansi dari Dinas Perdagangan Kota Semarang. Ia menilai sosialisasi awal yang dilakukan secara lisan memicu kesalahpahaman, terutama mengenai klaim persetujuan dari pihak yang bukan pengurus resmi kelompok pedagang.

"Ketua yang kami akui adalah Pak Ngadari, dan kami mengikuti arahan Pak Bambang Amrozi selaku ketua paguyuban. Kami minta Dinas Perdagangan tidak menjadikan pihak yang bukan representasi kami sebagai acuan tunggal," ujar Fery.

Ketua Paguyuban, Bambang Amrozi, turut menyoroti teknis pelaksanaan proyek drainase. Ia mengingatkan Pemkot Semarang untuk memperhitungkan keberadaan utilitas bawah tanah, seperti kabel fiber optik Telkom dan fasilitas Hotel Metro, agar pekerjaan fisik tidak menimbulkan masalah baru. Ia menekankan bahwa pedagang memerlukan jadwal kerja (timeline) yang pasti.

"Kami butuh schedule yang jelas. Bulan berapa kami bisa kembali, dan lapak dibangun sesuai kebutuhan paguyuban. Tidak bisa kalau ada proyek tapi tidak jelas seperti ini," tegas Bambang.

Dukungan advokasi juga disuarakan oleh tim hukum pedagang. Sri Sudibyo, SH, menegaskan bahwa para pedagang tidak menolak program penataan kota. Namun, pedagang menolak keras pembongkaran yang dilakukan tanpa kepastian waktu dan biaya. Menurutnya, seluruh biaya pembongkaran maupun pembangunan kembali lapak harus ditanggung oleh pemerintah.

"Pedagang butuh makan dan biaya hidup sehari-hari yang tidak bisa ditunda. Jangan asal bongkar tanpa kejelasan kapan dibangun kembali. Karena ini proyek Pemkot, biaya tidak boleh dibebankan kepada pedagang," kata Sri Sudibyo.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar, PKL & UMKM Kota Semarang, Yos Aringga, menolak keras wacana relokasi ke area yang dinilai tidak layak, seperti lokasi di dekat tempat pembuangan sampah. Sebagai solusi, Yos menawarkan skema transisi bertahap.

"Pekerjaan saat ini ada di sisi timur. Setelah selesai, pedagang dari sisi barat bisa dipindahkan sementara ke sisi timur sampai pembuatan lapak baru selesai. Setelah itu, pedagang yang memiliki TDU yang sah dikembalikan ke tempat semula," jelas Yos.

Yos menambahkan bahwa paguyuban yang berada di bawah naungan Garuda Emas ini siap beraudiensi langsung dengan Wali Kota Semarang untuk memperjuangkan kepastian mata pencaharian para pedagang kecil.

"Kami hadir untuk bermitra dengan Pemkot Semarang. Namun, kami memohon agar pemerintah tidak menutup mata pencaharian warga. Kami minta kepastian: kapan dibongkar, kapan selesai, dan kapan pedagang bisa kembali berdagang tanpa harus menunggu tahun depan," pungkas Yos.


Reporter: Noel

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar









Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

MEDIA EKSPRESI- 15.51.00 0
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan
Foto papan informasi  KARAWANG, MediaEkspresi.id — Pelaksanaan proyek Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Guru, Kepala Sekolah, dan TU di SMP Negeri 1 Cilamaya We…

Most Popular

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

17.29.00
Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

17.20.00
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

15.51.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

17.29.00
Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

17.20.00
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

15.51.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi