Normalisasi Irigasi BBWS Disorot, Kang Mahar Tuntut Penjelasan Soal Pembabatan Pohon
KARAWANG, MediaEkspresi.id – Pelaksanaan proyek normalisasi irigasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di wilayah Karawang Timur menuai kritik tajam. Mahar Kurnia Institute menilai proyek tersebut sarat kejanggalan dan mengabaikan prinsip dasar teknis serta kelestarian lingkungan hidup.
Kritik tersebut disampaikan langsung oleh tokoh penggiat sosial yang akrab disapa Kang Mahar, dalam acara halalbihalal di kantor lembaga tersebut pada Rabu (8/4/2026). Ia menyoroti pelaksanaan proyek yang dianggap tidak mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang semestinya.
Soroti "Konsep yang Kabur" dan Kerusakan Ekologi
Menurut Kang Mahar, hasil pantauan lapangan menunjukkan adanya indikasi bahwa proyek dijalankan tanpa perencanaan yang matang. Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan utama adalah pembabatan pohon secara masif di sepanjang area irigasi.
"Pohon-pohon itu bukan sekadar hiasan. Mereka berfungsi menghasilkan oksigen, menahan longsor, meredam angin, dan memberi keteduhan. Tapi ini justru dibabat habis. Ini sangat disayangkan," tegas Kang Mahar.
Ia mempertanyakan apakah tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya mengejar target proyek atau murni bentuk kelalaian serius dalam tahap perencanaan teknis.
Kritik Pedas untuk Pemerintah Daerah
Tak hanya membidik BBWS, Mahar juga melayangkan kritik keras kepada Pemerintah Daerah Karawang, khususnya dinas terkait yang membidangi lingkungan hidup. Ia menilai slogan "Karawang Asri" yang selama ini digaungkan seolah kehilangan makna.
"Biasanya kampanye "satu pohon satu kehidupan" digaungkan, tapi ketika pohon besar dan rindang ditebang, justru diam seribu bahasa. Ini sangat kontradiktif," ujarnya, seraya menyindir bahwa praktik penghijauan selama ini seringkali hanya bersifat seremonial tanpa keberlanjutan.
Pertanyakan Sinergi Lintas Instansi
Mahar Kurnia Institute juga mempertanyakan fungsi pengawasan dari Perum Jasa Tirta (PJT) serta koordinasi lintas instansi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai tindakan BBWS di lapangan bertolak belakang dengan visi lingkungan hidup yang diusung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Ini bertentangan dengan semangat pelestarian lingkungan yang selama ini dijunjung tinggi oleh Gubernur. Jangan sampai ada kerja tanpa konsep yang justru merusak nilai-nilai ekologis," tambahnya.
Tuntut Penjelasan Resmi
Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap lingkungan, Mahar Kurnia Institute menuntut penjelasan transparan dari pihak BBWS dan instansi terkait mengenai urgensi pembabatan pohon tersebut.
"Kami ingin tahu apa landasan dari pembabatan brutal ini. Jangan sampai atas nama normalisasi, justru terjadi pembunuhan terhadap lingkungan," pungkas Mahar.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak BBWS maupun Pemerintah Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang berkembang di tengah masyarakat tersebut.
• Pri
.jpg)
Posting Komentar