Rekanan Akui Kendala Modal, Distribusi Material RTLH Pesawaran Macet Total
![]() |
| Ilustrasi |
PESAWARAN, MediaEkspresi.id – Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kini menuai keluhan. Di Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, pelaksanaan program tersebut diduga dilakukan secara asal-asalan oleh pihak penyedia material, Selasa (12/03/2026).
Kekecewaan ini mencuat setelah warga penerima bantuan melaporkan adanya ketidakjelasan dalam pendistribusian material bangunan yang dinilai menghambat proses renovasi rumah mereka.
Material Terbengkalai Hingga Rusak
Salah satu warga penerima manfaat, Emawati, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya baru menerima material berupa 40 sak semen dan 30 batang besi. Mirisnya, pengiriman dilakukan pada waktu yang tidak wajar dan kini material tersebut justru mengalami kerusakan.
"Pihak penyedia mengirim bahan hanya semen 40 sak dan besi 30 batang pada tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Sudah hampir satu bulan tidak ada pengiriman lagi. Akibatnya, semen yang ada sekarang sudah membeku dan tidak bisa digunakan. Saya bingung dan sangat kecewa," ujar Emawati kepada awak media.
Klarifikasi Pihak Rekanan
Menanggapi keluhan tersebut, pihak rekanan atau penyelenggara, Murni Achmadi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, mengakui adanya keterlambatan pengiriman material. Ia berdalih hal tersebut disebabkan oleh kendala teknis pada rekening perusahaan dan keterbatasan modal.
"Material belum kami kirim sepenuhnya karena rekening kami sedang terblokir. Saya juga terkendala modal karena pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pesawaran baru akan melakukan pembayaran setelah seluruh material diberikan sesuai perjanjian awal," jelas Murni.
Tuntutan Transparansi
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan distribusi bantuan di lapangan. Sebagai program stimulan yang mengandalkan keswadayaan masyarakat, keterlambatan dan kerusakan material justru menambah beban finansial bagi warga yang seharusnya dibantu.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pesawaran untuk meminta keterangan resmi terkait kendala yang menimpa penerima manfaat di Desa Kurungan Nyawa.
• D.Firnando/Red
.jpg)
Posting Komentar