Lestarikan Kearifan Lokal, Tradisi Surawan di Desa Kota Agung Warnai Idul Fitri 1447 H
LAMPUNG UTARA, MediaEkspresi.id – Desa Kota Agung, Kecamatan Sungkai Selatan, kembali menghidupkan suasana hangat penuh kekeluargaan melalui tradisi Surawan pada perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan silaturahmi dari rumah ke rumah ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan masyarakat setempat tetap kokoh di tengah arus modernisasi.
Simbol Persaudaraan dan Inklusivitas
Sejak pagi hari, gema takbir masih terasa saat warga mulai bergerak berkelompok menyambangi setiap kediaman tetangga. Tradisi Surawan bukan sekadar agenda rutin, melainkan jembatan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan menghapus sekat sosial antar warga.
• Antusiasme Warga: Masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, tampak berbaur dalam suasana penuh keakraban.
• Kehangatan Tuan Rumah: Setiap rumah terbuka lebar, menyuguhkan hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan rendang sebagai bentuk penghormatan bagi para tamu.
• Momen Mudik: Kehadiran para perantau yang pulang kampung menambah kemeriahan, menjadikan tradisi ini sebagai ajang melepas rindu sekaligus mempererat kembali tali persaudaraan yang sempat renggang karena jarak.
Menjaga Harmoni di Tengah Modernisasi
Tokoh masyarakat setempat menekankan bahwa Surawan adalah instrumen efektif untuk menjaga harmoni sosial. Dengan saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan secara langsung, potensi konflik di tengah masyarakat dapat diminimalisir melalui komunikasi yang cair.
"Tradisi ini selalu kami rindukan setiap tahun. Selain bisa bertemu keluarga, kami juga bisa bersilaturahmi dengan seluruh warga desa tanpa terkecuali," ujar salah satu warga perantau yang turut mengikuti rangkaian Surawan.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Pelaksanaan Surawan pada Idul Fitri 1447 H ini juga menjadi pesan bagi generasi muda Desa Kota Agung. Di tengah dominasi teknologi digital, interaksi tatap muka melalui kearifan lokal seperti ini terbukti tetap relevan sebagai perekat hubungan sosial yang tak tergantikan.
Masyarakat berharap, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini akan terus lestari, menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi Desa Kota Agung di masa depan.
Reporter: Ashari
.jpg)
Posting Komentar