Indonesia Urutan Kedua Kasus TBC Dunia, Kenui Bebayang dan Mahasiswa Unila Gelar Edukasi Warga
BANDAR LAMPUNG, MediaEkspresi.id – Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan serius di sektor kesehatan dengan menempati peringkat kedua dunia untuk jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) terbanyak. Merespons kondisi tersebut, Sanggar Seni Budaya Kenui Bebayang berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) menggelar sosialisasi pencegahan TBC di Kelurahan Gedong Air, Minggu (15/03/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di selasar Sanggar Kenui Bebayang, Jalan Imam Bonjol, Tanjung Karang Barat ini, menyasar warga sekitar dan pemuda Karang Taruna Langkapura. Langkah ini diambil sebagai upaya akar rumput untuk menekan angka prevalensi TBC yang masih tinggi di tanah air.
Sinergi Seni dan Edukasi Medis
Ketua Sanggar Seni Budaya Kenui Bebayang, Rudhi Rizal, menyatakan apresiasinya atas inisiatif para mahasiswa yang turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara praktisi kesehatan dan komunitas budaya merupakan formula efektif untuk menyampaikan pesan-pesan medis yang seringkali dianggap kaku.
“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kita bersama-sama dapat melakukan pencegahan penyakit TBC dan secara nyata membantu menekan angka pengidapnya, dimulai dari lingkungan terkecil kita,” ujar Rudhi dalam sambutannya.
Dalam sesi edukasi, para mahasiswa kedokteran Unila memaparkan materi komprehensif yang meliputi:
• Pengenalan Gejala: Mengidentifikasi batuk berkepanjangan dan gejala klinis lainnya.
• Mekanisme Penularan: Edukasi mengenai penularan melalui udara (airborne).
• Langkah Preventif: Pentingnya menjaga sirkulasi udara rumah, etika batuk, serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Sentuhan Budaya dalam Sosialisasi
Ada yang berbeda dalam sosialisasi kali ini. Untuk mencairkan suasana dan menarik minat warga, acara diselingi dengan penampilan seni dari siswa binaan Sanggar Kenui Bebayang. Penampilan pembacaan puisi dan tarian tradisional menjadi magnet tersendiri, membuktikan bahwa edukasi kesehatan bisa berjalan selaras dengan pelestarian budaya.
Melalui sinergi antara dunia akademisi dan pegiat seni ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya TBC meningkat, sehingga target Indonesia bebas TBC di masa depan dapat tercapai.
Reporter: Juliansyah
.jpg)

Posting Komentar