Akselerasi Program Strategis Nasional, Bupati Askolani Targetkan Kinerja Banyuasin Masuk Kategori ‘Tinggi’
PANGKALAN BALAI, MediaEkspresi.id — Pemerintah Kabupaten Banyuasin menunjukkan komitmen serius dalam mengawal program-program prioritas pemerintah pusat. Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., memimpin langsung Rapat Koordinasi Finalisasi Data Input E-Monev Program Strategis Nasional (ProSN) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Kamis (26/03/2026).
Didampingi Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., Bupati menegaskan bahwa pelaporan berbasis elektronik (E-Monev) ini merupakan instrumen krusial untuk mengukur efektivitas pelayanan publik dan realisasi pembangunan di daerah.
Bukan Sekadar Administrasi
Dalam arahannya, Bupati Askolani menekankan bahwa ProSN adalah mandat langsung dari pusat yang harus dijawab dengan kinerja nyata di lapangan. Ia meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif.
"Kita harus memastikan Banyuasin berada pada kategori kinerja ‘Tinggi’. Sinergi antar-OPD adalah kunci agar laporan yang disampaikan ke pusat mencerminkan capaian riil yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," tegas Askolani.
Parameter Penilaian dan Lima Area Fokus
Sekda Erwin Ibrahim dalam pemaparan teknisnya menjelaskan bahwa berdasarkan standar Itjen Kemendagri dan Bappenas, predikat kinerja daerah diukur melalui rentang nilai yang ketat:
• Tinggi: Skor 90–100.
• Sedang: Skor 75–89.
• Rendah: Skor 0–74 (atau jika terdapat program strategis yang tidak terlaksana).
Untuk mencapai target kategori Tinggi, Pemkab Banyuasin kini memfokuskan penguatan data pada lima area indikator utama:
1.Penanggulangan Kemiskinan: Optimalisasi pengentasan kemiskinan ekstrem, program Sekolah Rakyat, dan target pembangunan 3 juta rumah.
2.Ketahanan Pangan: Pengelolaan stok gabah/beras lokal serta distribusi cadangan pangan pemerintah.
3.Kesehatan Universal: Penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan implementasi program Makan Bergizi Gratis.
4.Akses Pendidikan: Percepatan pembangunan serta revitalisasi infrastruktur pendidikan dasar dan menengah.
5.Pertumbuhan Ekonomi: Pengendalian inflasi daerah, kemudahan izin investasi, dan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Tenggat Waktu dan Bukti Dukung
Di akhir rapat, Sekda mengingatkan bahwa ketepatan waktu dan validitas bukti dukung (formulir laporan) menjadi penentu utama. Seluruh OPD diinstruksikan untuk melengkapi dokumen pendukung sebelum batas waktu e-monev berakhir.
Langkah proaktif ini diharapkan mampu mempertahankan posisi Kabupaten Banyuasin sebagai salah satu daerah dengan performa kinerja terbaik di tingkat nasional.
Reporter: Sihabbudin
.jpg)
Posting Komentar