Semarak FLS3N Tingkat SD se-Kecamatan Cabangbungin: Ajang Gali Potensi Seni dan Perkuat Karakter Siswa
BEKASI, MediaEkspresi.id – Atmosfer kreativitas dan semangat sportivitas menyelimuti lingkungan SDN Jayalaksana 02 dan SDN Jayalaksana 01 pada Kamis (16/04/2026). Ratusan siswa dari 26 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 4 SD Swasta se-Kecamatan Cabangbungin berkumpul untuk berkompetisi dalam gelaran Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kecamatan.
Membina Talenta Sejak Dini
Kegiatan tahunan ini bukan sekadar ajang perlombaan rutin. FLS3N dirancang sebagai wadah untuk membina fisik, mental, serta sportivitas siswa. Lebih dari itu, ajang ini menjadi instrumen penting dalam menjaring talenta muda berbakat di bidang seni dan sastra yang nantinya akan mewakili Kecamatan Cabangbungin di tingkat Kabupaten Bekasi, Provinsi, hingga Nasional.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran pengurus PGRI, K3S, para Kepala Sekolah, guru pendamping, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para tokoh pendidikan ini menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat siswa di wilayah tersebut.
Pesan Kolaborasi dan Kemandirian
Ketua Panitia Pelaksana, Sobari, dalam keterangannya menekankan bahwa FLS3N adalah momentum untuk membangun kepercayaan diri siswa sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa percaya diri, mempererat persaudaraan antar sekolah, serta menggali potensi seni budaya yang dimiliki siswa sejak dini,” ujar Sobari.
Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, yang telah memastikan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Menurutnya, keberhasilan acara ini merupakan buah dari sinergi yang harmonis antara guru, pihak sekolah, dan dinas terkait.
Sekolah sebagai Pusat Pengembangan Karakter
Dalam kesempatan tersebut, Sobari juga menyoroti pentingnya menjaga iklim pendidikan yang sehat melalui kegiatan-kegiatan positif. Ia meyakini bahwa kesibukan siswa dalam berprestasi dapat meredam pengaruh negatif di lingkungan remaja.
• Sinergi: Menjaga kekompakan antara guru dan instansi pendidikan.
• Keberlanjutan: Pengembangan bakat diharapkan tidak hanya berhenti saat lomba usai.
• Fokus Karakter: Mendorong sekolah menjadi pusat pengembangan moral dan karakter, selain prestasi akademik dan non-akademik.
“Sekolah harus jadi pusat pengembangan bakat siswa, bukan hanya dalam bidang seni dan olahraga, tapi juga moral dan karakter," pungkas Sobari menutup pembicaraan.
Reporter: Saimbar
.jpg)
Posting Komentar