Perkuat Posisi Hub Pariwisata, Gubernur NTB Dorong Revitalisasi Bandara Lombok

Ilustrasi
MATARAM, mediaekspresi.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menginstruksikan percepatan pembenahan fisik di Bandara Internasional Lombok (BIL). Langkah ini diambil guna memperkuat posisi bandara sebagai hub baru pariwisata dan logistik di wilayah Indonesia Timur, sekaligus menyelaraskan fasilitas dengan standar kelas dunia KEK Mandalika.
Gubernur menekankan bahwa kenyamanan wisatawan, terutama penumpang transit, merupakan kunci utama dalam memenangkan persaingan pasar pascapandemi.
"Perbaikan fisik bandara sangat krusial untuk meningkatkan pengalaman wisatawan. Kita ingin Lombok bukan sekadar tempat singgah, tapi gerbang pariwisata yang benar-benar merepresentasikan kualitas destinasi internasional," ujar Iqbal.
Fokus Pembenahan: Teknologi dan Layanan VIP
Dalam arahannya, Gubernur menyoroti beberapa poin spesifik yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pengelola bandara:
• Estetika Ruang Tunggu: Mendesain ulang area tunggu agar lebih indah dan mencerminkan identitas budaya lokal.
• Modernisasi Bagasi: Memperbarui sistem penanganan bagasi dengan teknologi terkini untuk efisiensi waktu.
• Layanan VIP & Inovasi Hijau: Membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan layanan VIP bagi investor dan delegasi internasional.
• Mobilitas Ramah Lingkungan: Penggunaan mobil listrik sebagai sarana transportasi utama di area bandara untuk mendukung konsep keberlanjutan.
Sinkronisasi dengan Masterplan Mandalika 2026
Langkah revitalisasi ini merupakan bagian integral dari Masterplan Mandalika 2026. Kawasan seluas 1.175 hektare tersebut kini tengah bertransformasi menjadi pusat sportainment dan gaya hidup melalui pembagian distrik tematik.
Berdasarkan data masterplan, pengembangan kawasan tetap mengedepankan aspek ekologis dengan proporsi 66% area terbangun dan 34% area terbuka hijau. Fasilitas unggulan seperti sirkuit internasional, kawasan MICE, lapangan golf 27-hole, hingga marina, diproyeksikan akan meningkatkan arus penumpang secara signifikan.
Saat ini, Bandara Internasional Lombok diketahui telah memiliki kapasitas terminal hingga 7 juta penumpang per tahun. Dengan fasilitas airside yang mampu menampung pesawat berbadan lebar (wide body) sekelas Boeing 777, kesiapan infrastruktur fisik menjadi pelengkap akhir untuk memantapkan posisi NTB sebagai motor ekonomi baru di Indonesia.
Reporter: H.Bukran Hadi
Editor: Ata Priatna
Posting Komentar