Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Ragam Penjarahan TBS di PT AEP Simpang Empat Estate Meningkat, Kerugian Perusahaan Mencapai Angka Signifikan
Ragam

Penjarahan TBS di PT AEP Simpang Empat Estate Meningkat, Kerugian Perusahaan Mencapai Angka Signifikan

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
13 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


SERDANG BEDAGAI, MediaEkspresi.id
– Aksi pencurian dan perusakan Tandan Buah Segar (TBS) sawit dilaporkan kian marak terjadi di wilayah operasional PT AEP Simpang Empat Estate (PMA). Insiden yang diduga melibatkan oknum warga sekitar Kecamatan Sei Rampah ini telah menyebabkan kerugian finansial besar bagi perusahaan dan mengganggu stabilitas kerja para karyawan.

Hingga Kamis (12/2/2026), gelombang penjarahan tersebut menjadi sorotan utama karena intensitasnya yang semakin berani dan terorganisir.

Titik Rawan dan Dampak Operasional

Manajer Perkebunan AEP Rambung Estate, Erwin, mengonfirmasi bahwa aktivitas ilegal ini terkonsentrasi di beberapa titik vital perusahaan.

"Kami mengidentifikasi bahwa Blok P, Blok L, dan Blok YP merupakan area yang paling rawan. TBS di area tersebut sering kali raib sebelum jadwal panen resmi dimulai. Hal ini berdampak langsung pada penurunan drastis hasil produksi kami," ujar Erwin saat memberikan keterangan kepada media.

Selain kerugian materiil, Erwin menekankan dampak psikologis dan beban kerja bagi para buruh panen. Saat ini, karyawan dibebankan target minimal 1.200 kg TBS per Hari Kerja (HK). Dengan maraknya penjarahan, target tersebut menjadi hampir mustahil untuk dicapai, yang pada akhirnya mengancam pendapatan dan kesejahteraan karyawan lapangan.


Keterbatasan Pengamanan dan Nihilnya Tindakan Hukum

Pihak manajemen mengakui bahwa personel keamanan (security) internal telah berupaya maksimal melakukan patroli rutin. Namun, luasnya konsesi perkebunan tidak sebanding dengan jumlah personel yang tersedia, sehingga para penjarah dengan mudah memanfaatkan celah pengawasan.

Satu hal yang menjadi sorotan tajam adalah belum adanya respons konkret dari otoritas terkait. Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan belum ada tindakan nyata dari Aparat Penegak Hukum (APH) maupun pemangku kebijakan setempat untuk menekan angka kriminalitas di wilayah perkebunan tersebut.

Harapan Perusahaan

Manajemen PT AEP Simpang Empat Estate mendesak agar pihak kepolisian segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh. Perusahaan berharap adanya perlindungan hukum yang tegas untuk menjamin keamanan investasi dan keselamatan para pekerja di lapangan.

Jika terus dibiarkan tanpa penanganan serius, aksi penjarahan ini dikhawatirkan tidak hanya merusak iklim investasi di Kabupaten Serdang Bedagai, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas di tengah masyarakat.

• Red/Ashari 

Via Ragam
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar









Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

MEDIA EKSPRESI- 15.51.00 0
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan
Foto papan informasi  KARAWANG, MediaEkspresi.id — Pelaksanaan proyek Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Guru, Kepala Sekolah, dan TU di SMP Negeri 1 Cilamaya We…

Most Popular

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

17.29.00
Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

17.20.00
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

15.51.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

17.29.00
Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

17.20.00
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

15.51.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi