Pariwisata Lotim Memanas Jelang Ramadhan, APIPI Pastikan Gelar Aksi Jilid 3
SELONG, MediaEkspresi.id – Menjelang bulan suci Ramadhan, kondisi sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Timur justru kian memanas. Aliansi Peduli Pariwisata (APIPI) Lombok Timur resmi mengumumkan akan kembali turun ke jalan dalam Aksi Jilid 3. Langkah ini diambil sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap pemerintah daerah yang dinilai lamban dalam merespons tuntutan massa.
Keputusan tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi bersama elemen masyarakat dan pengelola wisata lokal pada Sabtu (14/2). APIPI menilai, pasca-Aksi Jilid 2 beberapa minggu lalu, belum ada progres signifikan terkait carut-marut tata kelola wisata, khususnya di kawasan Sunrise Land Lombok.
Tuntutan Utama: Evaluasi Total dan Reformasi Birokrasi
Koordinator Umum (Kordum) APIPI, Abd. Kadir Djailani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi lagi terhadap ketidakjelasan sikap pemerintah.
"Kami tidak akan tinggal diam melihat masalah ini terus meleset. Tuntutan kami jelas dan harga mati," tegas Abd. Kadir dalam keterangannya.
Ada tiga poin krusial yang menjadi sorotan utama dalam rencana aksi mendatang:
1. Pencopotan Jabatan: Mendesak pencopotan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur beserta staf khusus bidang pariwisata yang dianggap gagal menjalankan fungsi manajerial dan pengawasan.
2. Revisi Perda Pariwisata: Menuntut penyempurnaan rancangan peraturan daerah agar aplikatif dan berpihak pada kondisi riil di lapangan, bukan sekadar formalitas dokumen.
3. Redesain Pengelolaan Wisata: Mendesak agar Sunrise Land Lombok dikelola dengan prinsip konservasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara nyata.
Desakan Penegakan Hukum "Presisi"
Selain menyasar birokrasi, APIPI juga memberikan sinyal keras kepada Polres Lombok Timur. Mereka menuntut profesionalisme Polri dalam mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Anggota Pengurus Harian (APH) terhadap massa aksi sebelumnya.
APIPI mendesak kepolisian untuk:
• Membuka identitas pelaku secara transparan kepada publik.
• Melakukan pemeriksaan yang adil dan tanpa pandang bulu.
• Memberikan sanksi hukum yang tegas sesuai prosedur yang berlaku.
Komitmen Pengawalan
Hingga berita ini diturunkan, pihak APIPI menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka menekankan bahwa kondusifitas menjelang Ramadhan seharusnya diciptakan melalui solusi nyata dari pemangku kebijakan, bukan dengan membiarkan konflik berlarut-larut.
"Ini bukan sekadar protes, ini adalah perjuangan untuk marwah pariwisata Lombok Timur," tutup Abd. Kadir.
• Sanusi

Posting Komentar