Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Sitahuis, Jalur Sibolga–Tarutung Sempat Lumpuh Total
TAPANULI TENGAH, MediaEkspresi.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, memicu bencana longsor dan banjir di Kecamatan Sitahuis pada Senin (16/2). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut sempat melumpuhkan akses transportasi utama yang menghubungkan Sibolga dan Tarutung.
Titik Longsor dan Dampak Lalu Lintas
Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Dela Amtoni, mengonfirmasi bahwa material longsor berupa kayu dan batu besar menutup badan Jalan Rampa Poriaha Km 7 Sigarupu, Desa Mardame. Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas di jalur tersebut mengalami macet total.
Selain di Desa Mardame, longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa titik sepanjang Jalan Sibolga–Tarutung, tepatnya mulai dari Km 23 hingga Km 26.
• Km 23,5: Material longsor sempat menyumbat aliran sungai yang kemudian memicu banjir di area sekitar.
• Akses Jalan: Badan jalan tertutup material tanah dan pepohonan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat selama beberapa jam.
Kerusakan Bangunan dan Evakuasi Warga
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sebanyak tujuh unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terdampak banjir dan material longsor. Rincian kerusakan meliputi:
• 5 Unit Rumah: Terletak di Lingkungan I, Kelurahan Nauli.
• 2 Unit Rumah: Terletak di Dusun I, Desa Nagatimbul.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait segera mengevakuasi warga terdampak ke lokasi pengungsian sementara di Lingkungan II, Kelurahan Nauli.
"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Sumut dan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan di lapangan," ujar AKP Dela Amtoni.
Kondisi Terkini
Setelah upaya pembersihan material secara intensif, jalur Sibolga–Tarutung akhirnya berhasil dibuka kembali. Sekitar pukul 23.30 WIB, arus lalu lintas dinyatakan kembali normal.
Namun, pihak berwenang mengimbau pengguna jalan dan masyarakat setempat untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi di wilayah Tapanuli Tengah.
Reporter: AP

Posting Komentar