Cuaca Ekstrem Terjang Pantai Kaliantan, BPBD Imbau Warga dan Calon Pengunjung Bau Nyale Waspada
LOMBOK TIMUR, mediaekspresi.id – Fenomena cuaca ekstrem melanda kawasan pesisir selatan Lombok Timur. Hari ini, Senin (2/2/2026), Pantai Kaliantan dilaporkan terendam banjir rob yang dipicu oleh kombinasi angin kencang dan kenaikan permukaan air laut.
Kondisi ini mengakibatkan sejumlah titik di area bibir pantai hingga akses jalan di sekitarnya tergenang air, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Peringatan Dini BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) di wilayah Lombok Timur. Pihak berwenang memperkirakan kondisi ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan seiring dengan dinamika cuaca di Samudra Hindia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur menegaskan agar masyarakat tidak meremehkan kenaikan air ini.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar pantai. Jangan mengambil risiko dengan memasuki kawasan yang terendam air karena arus bawah laut dan gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan jiwa," tegasnya dalam keterangan resmi.
Atensi Khusus Jelang Ritual 'Bau Nyale'
Imbauan ini menjadi sangat krusial mengingat dalam waktu dekat, tepatnya pada 7 dan 8 Februari 2026, kawasan Pantai Kaliantan dijadwalkan menjadi pusat kerumunan warga untuk tradisi tahunan Bau Nyale.
Pemerintah daerah meminta calon pengunjung untuk terus memantau perkembangan cuaca sebelum memutuskan menuju lokasi. Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama guna menghindari insiden yang tidak diinginkan selama prosesi adat berlangsung.
Kontak Darurat
Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun sigap mengikuti instruksi petugas di lapangan. Jika terjadi situasi darurat atau membutuhkan evakuasi, silakan hubungi layanan pusat bantuan berikut:
• BPBD Lombok Timur: 113
• Polri: 110
• PMI: 112
Pihak terkait akan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Reporter: Hendra
Editor: Ata Priatna

Posting Komentar