Banjir Pemalang Rendam Ratusan Rumah, Warga Pilih Bertahan Meski Logistik Menipis
PEMALANG, MediaEkspresi.id – Memasuki pekan kedua, banjir masih belum surut di sejumlah wilayah Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Salah satu wilayah dengan dampak terparah adalah Desa Pesantren, di mana ratusan rumah masih terendam air hingga Sabtu (7/2/2026).
Kepala Desa Pesantren, Rudi Hartono, mengonfirmasi bahwa genangan air masih mengepung beberapa titik krusial di desanya, meliputi Dusun Sidomulyo, Pesadean, Copol, Sagaran, dan Blandong.
Kondisi Terkini dan Keamanan Warga
Meski ketinggian air di beberapa titik masih mencapai 100 cm, mayoritas warga setempat enggan untuk dievakuasi ke pengungsian.
"Kondisinya masih tergenang dan warga sangat butuh bantuan. Mereka memilih bertahan di rumah masing-masing karena tidak terbiasa meninggalkan tempat tinggalnya," ujar Rudi saat memberikan keterangan pada Sabtu siang.
Keengganan warga untuk mengungsi menciptakan tantangan tersendiri bagi pihak desa, terutama terkait pemenuhan kebutuhan pangan harian.
Darurat Logistik dan Makanan Siap Saji
Terhentinya aktivitas dapur rumah tangga menjadi persoalan mendesak. Akibat genangan air yang masuk ke dalam rumah, warga tidak dapat memasak secara mandiri.
"Warga praktis tidak bisa memasak. Kami sangat berharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten maupun donatur bisa segera tersalurkan secara berkelanjutan ke wilayah-wilayah terdampak ini," tambah Rudi.
Data Wilayah Terdampak di Desa Pesantren:
• Dusun Sidomulyo: 774 KK (sekitar 2.850 jiwa).
• Dusun Pesadean: Fokus di wilayah RT 07 dan RT 09.
• Wilayah Lain: Dusun 1 & 2 Blandong, Copol, Kauman, dan Sagaran.
Lumpuhnya Ekonomi Warga
Dampak banjir tidak hanya membatasi ruang gerak, tetapi juga mematikan mata pencaharian warga. Mulyono (62), seorang petani asal Dusun Pesadean, mengungkapkan keluhannya terhadap kondisi yang tak kunjung membaik.
"Ketinggian air rata-rata setinggi lutut orang dewasa. Sudah berhari-hari kami tidak bisa bekerja karena sawah dan lingkungan masih terendam," keluh Mulyono.
Pemerintah Desa (Pemdes) Pesantren sejauh ini telah menyalurkan bantuan logistik yang bersumber dari Pemerintah Daerah, pengusaha, serta donatur lainnya. Namun, mengingat durasi banjir yang sudah berjalan lebih dari dua minggu, pasokan bantuan masih sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pangan warga.
Reporter: Ragil
Editor: Ata Priatna


Posting Komentar