Waspada Penyakit Pascabanjir, Puskesmas Sukatenang dan Pemdes Sukaringin Gelar Pengobatan Gratis
BEKASI, mediaekspresi.id – Pasca-terjang banjir luapan Sungai Piket yang merendam permukiman selama hampir sepekan, warga Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Merespons kondisi tersebut, Puskesmas Sukatenang bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaringin bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan jemput bola, Sabtu (31/01/2026).
Genangan air yang tak kunjung surut di Kampung Genting RT 007/004 memicu munculnya berbagai penyakit lingkungan, terutama penyakit kulit (gatal-gatal) dan diare. Tim medis diterjunkan langsung ke lokasi pengungsian dan rumah warga untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan dini.
Pelayanan Jemput Bola ke Pemukiman
Kepala Puskesmas Sukatenang, dr. Bread Jackson Sirait, M.H., menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pengobatan gratis bagi warga terdampak. Selain pengobatan umum, layanan kesehatan dasar seperti Posyandu juga tetap diaktifkan untuk memantau kondisi kelompok rentan.
"Warga di Kampung Genting merupakan korban terdampak banjir yang menjadi prioritas kami. Di Kecamatan Sukawangi sendiri ada dua desa yang diterjang banjir, dan kami terus menyiagakan petugas untuk memberikan layanan pengobatan gratis," ujar dr. Bread.
Dalam giat tersebut, petugas kesehatan turut didampingi oleh Ketua TP-PKK Desa Sukaringin, Ibu Itoh, guna memastikan pendataan warga yang sakit berjalan akurat dan merata.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Sementara itu, Kepala Desa Sukaringin, Royadih Pratama, menyampaikan apresiasinya atas sinergi dan respons cepat yang ditunjukkan oleh tim medis Puskesmas Sukatenang. Menurutnya, kehadiran petugas sangat membantu meringankan beban psikologis dan fisik warga yang sudah seminggu bergelut dengan air.
"Kami sangat mengapresiasi kinerja Puskesmas Sukatenang. Langkah cepat tanggap ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami. Dengan adanya pengobatan gratis ini, warga yang mulai terserang gatal-gatal bisa segera diobati tanpa harus menempuh jarak jauh," pungkas Royadih.
Hingga berita ini diturunkan, pihak desa dan tenaga kesehatan masih terus memantau debit air dan kondisi sanitasi lingkungan guna mencegah terjadinya lonjakan kasus penyakit menular pascabanjir.
Reporter: Ali
Editor: Ata Priatna


Posting Komentar