Warga Karangsegar Desak BBWS Citarum Segera Perbaiki Tanggul Kritis yang Bocor

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Karangsegar untuk tahun anggaran 2027
Ekspresi BEKASI – Kondisi tanggul Sungai Citarum yang melintasi Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, kian memprihatinkan. Warga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera melakukan perbaikan permanen guna mengantisipasi potensi jebolnya tanggul saat debit air meningkat di musim penghujan.
Keluhan tersebut mencuat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Karangsegar untuk tahun anggaran 2027 yang digelar pada Selasa (20/1/2026). Acara ini dihadiri oleh Pj Kepala Desa Karangsegar, Candra, beserta jajaran perangkat desa, BPD, Muspika Kecamatan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan Karang Taruna.
Kondisi Tanggul Mengkhawatirkan
Salah satu warga setempat, Arip (35), mengungkapkan kekhawatirannya terkait titik tanggul yang berada tepat di depan Kantor Desa Karangsegar. Menurutnya, kondisi tanggul saat ini sudah dalam tahap kritis dengan adanya retakan dan kebocoran rembesan air.
"Ada titik tanggul yang kondisinya sudah sangat kritis, retak, dan bocor kalau air sungai meluap. Kami sangat khawatir tanggul ini jebol jika terus dibiarkan tanpa penanganan serius," ujar Arip saat memberikan aspirasi dalam forum tersebut.
Tuding BBWS Tutup Mata
Lebih lanjut, warga menyayangkan lambatnya respon dari pihak berwenang. Berdasarkan informasi di lapangan, Pemerintah Desa Karangsegar dikabarkan telah mengajukan permohonan perbaikan kepada BBWS Citarum sebanyak tiga kali sejak tahun 2022. Namun, hingga awal tahun 2026, belum ada realisasi perbaikan di lokasi tersebut.
"Sudah tiga kali setiap tahun diajukan oleh Pemdes Karangsegar ke BBWS dari tahun 2022 sampai sekarang, tapi belum ada penanganan. Terkesan tidak ada respon dan tutup mata," tegasnya.
Harapan Perbaikan Cepat
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat bersinergi dengan BBWS Citarum untuk memprioritaskan titik kritis ini. Mengingat tanggul merupakan benteng utama keselamatan warga Pebayuran dari ancaman banjir luapan Sungai Citarum, penundaan perbaikan dinilai sangat berisiko bagi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.
Pihak desa memastikan akan terus berupaya mendorong BBWS Citarum agar bertanggung jawab dan segera menurunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah darurat maupun permanen sebelum puncak musim hujan tiba.
Laporan: Roan
Editor: Ata Priatna
Posting Komentar