Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Headline Ragam Dugaan Mark Up Jumlah Petugas Keamanan RSUD Karawang Mencuat, Ketua ADVOKAI Desak Bupati Turun Tangan
Headline Ragam

Dugaan Mark Up Jumlah Petugas Keamanan RSUD Karawang Mencuat, Ketua ADVOKAI Desak Bupati Turun Tangan

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
20 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Ketua Advokat Kongres Advokat Indonesia (ADVOKAI) Kabupaten Karawang, Nana Kustara, SH., MH

Ekspresi KARAWANG
– Dugaan manipulasi data (mark-up) jumlah personel keamanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang kini tengah menjadi sorotan tajam. Ketimpangan antara jumlah personel dalam kontrak dengan realitas di lapangan memicu desakan agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, segera turun tangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kontrak kerja sama antara RSUD Karawang dengan pihak vendor menyepakati penyediaan 40 personel keamanan. Namun, pada praktiknya, hanya ditemukan 28 personel yang bertugas di lapangan.

Humas RSUD Benarkan Selisih Kontrak

Humas RSUD Karawang, Luthfi, membenarkan adanya perbedaan angka tersebut. Meski mengakui data di atas kertas, ia enggan merinci lebih jauh mengenai selisih jumlah petugas maupun isu pemotongan upah yang beredar.

"Kalau di kontraknya memang 40 orang," ujar Luthfi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (13/1).

Luthfi berkilah bahwa teknis pembagian tugas dan pengupahan merupakan kewenangan penuh pihak ketiga (vendor). Menurutnya, fokus manajemen RSUD adalah memastikan stabilitas pelayanan tetap berjalan.

"Yang penting ada petugas yang berjaga dan pelayanan tidak terganggu. Untuk urusan pemotongan upah dan jumlah petugas itu ranahnya vendor," imbuhnya.

ADVOKAI: Ada Indikasi Kerugian Negara

Menyikapi hal tersebut, Ketua Advokat Kongres Advokat Indonesia (ADVOKAI) Kabupaten Karawang, Nana Kustara, SH., MH., angkat bicara. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan internal vendor, melainkan menyangkut transparansi anggaran publik.

Nana mendesak Bupati Karawang untuk segera memerintahkan Inspektorat melakukan audit investigatif secara menyeluruh.

"Bupati melalui Inspektorat harus melakukan audit mendalam terkait dugaan mark-up jumlah petugas keamanan ini. Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi citra buruk bagi pemerintah daerah di mata masyarakat," tegas Nana, Selasa (20/1).

Dugaan Persekongkolan

Lebih lanjut, Nana mensinyalir adanya praktik "kongkalikong" atau persekongkolan antara pihak manajemen RSUD dengan vendor penyedia jasa. Ia menilai, jika dugaan mark-up ini terbukti, maka terdapat indikasi kuat tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan daerah.

"Saya menduga ada kongkalikong dalam kasus ini. Dugaan tersebut harus diusut tuntas agar tidak menimbulkan preseden buruk dalam pengelolaan anggaran daerah ke depannya," tutup Nana.

Hingga berita ini diturunkan, pihak vendor terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai selisih 12 personel yang menjadi pangkal persoalan tersebut.

Editor: Ata Priatna
Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar




Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Cuaca Ekstrem Terjang Lembang: Puluhan Rumah di Cihideunggudang Rusak Berat, Warga Harapkan Bantuan Cepat

MEDIA EKSPRESI- 15.04.00 0
Cuaca Ekstrem Terjang Lembang: Puluhan Rumah di Cihideunggudang Rusak Berat, Warga Harapkan Bantuan Cepat
BANDUNG BARAT, MediaEkspresi.id – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB…

Most Popular

Kondisi Kantor Camat Cabangbungin Memprihatinkan, Rumput Liar dan Tembok Kusam Tuai Kritik

Kondisi Kantor Camat Cabangbungin Memprihatinkan, Rumput Liar dan Tembok Kusam Tuai Kritik

16.39.00
Diduga Dibiarkan, Peredaran Obat Keras Golongan G Marak di Telukjambe Timur Karawang

Diduga Dibiarkan, Peredaran Obat Keras Golongan G Marak di Telukjambe Timur Karawang

16.00.00
Disdik Kabupaten Purwakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Solidaritas Pegawai Pasca-Lebaran

Disdik Kabupaten Purwakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Solidaritas Pegawai Pasca-Lebaran

09.53.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Kondisi Kantor Camat Cabangbungin Memprihatinkan, Rumput Liar dan Tembok Kusam Tuai Kritik

Kondisi Kantor Camat Cabangbungin Memprihatinkan, Rumput Liar dan Tembok Kusam Tuai Kritik

16.39.00
Diduga Dibiarkan, Peredaran Obat Keras Golongan G Marak di Telukjambe Timur Karawang

Diduga Dibiarkan, Peredaran Obat Keras Golongan G Marak di Telukjambe Timur Karawang

16.00.00
Disdik Kabupaten Purwakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Solidaritas Pegawai Pasca-Lebaran

Disdik Kabupaten Purwakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Solidaritas Pegawai Pasca-Lebaran

09.53.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi