Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Headline Ragam Pedagang Pasar Tradisional Semarang Tolak Kenaikan Retribusi, Keluhkan Kondisi "Gedung Mati"
Headline Ragam

Pedagang Pasar Tradisional Semarang Tolak Kenaikan Retribusi, Keluhkan Kondisi "Gedung Mati"

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
31 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Ilustrasi

SEMARANG, mediaekspresi.id –
Gelombang penolakan muncul dari kalangan pedagang pasar tradisional di Kota Semarang terkait rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menaikkan tarif retribusi pasar. Kebijakan ini dinilai tidak relevan dengan realitas di lapangan, di mana kondisi pasar rakyat saat ini kian lesu dan kehilangan daya beli.

Kondisi Pasar Kritis

Sejumlah pedagang menggambarkan kondisi pasar tradisional di ibu kota Jawa Tengah ini tak ubahnya "gedung mati". Aktivitas jual beli yang merosot tajam pasca-pandemi COVID-19 membuat barang dagangan hanya menumpuk di kios tanpa tersentuh pembeli.

"Sekarang ini barang cuma jadi pajangan di kios. Disentuh saja tidak, apalagi dibeli," keluh salah satu pedagang konveksi yang enggan disebutkan namanya. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan enam tahun lalu, di mana omzet harian masih mampu menopang modal usaha.

Kritik Terhadap Akses Permodalan

Selain isu retribusi, para pedagang menyoroti sulitnya mengakses bantuan permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Janji pemerintah mengenai kemudahan modal dianggap hanya menjadi "tontonan" karena terganjal administrasi perbankan.

"KUR itu bagi kami cuma jadi tontonan. Yang BI Checking-nya bagus bisa dapat, kami jelas kalah jauh. Sebagian besar pedagang pasar BI-nya sudah jelek karena dampak ekonomi," tegas pedagang tersebut.

Hal senada diungkapkan oleh Ibnue, pedagang aksesoris di Pasar Bulu Semarang. Ia mendesak pemerintah memberikan solusi konkret bagi pedagang yang memiliki rapor kredit kurang baik agar tetap bisa mendapatkan suntikan modal.

Menagih Terobosan Pemerintah

Ibnue juga menyatakan kekecewaannya terhadap minimnya terobosan Pemkot Semarang dalam meningkatkan kelas (grade) pedagang tradisional agar mampu bersaing di era modern.

"Jujur, kami menunggu gebrakan baru dari pemerintah untuk menaikkan grade kami supaya bisa berkembang. Tapi sampai sekarang aba-aba itu belum ada," ujar Ibnue.

Para pedagang menegaskan bahwa tanpa adanya dukungan serius untuk meramaikan kembali pasar, kebijakan kenaikan retribusi justru akan menjadi "lonceng kematian" bagi usaha kecil di Semarang. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perdagangan Kota Semarang belum memberikan pernyataan resmi terkait respons atas penolakan para pedagang tersebut.

Reporter: OL

Editor: Ata Priatna

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar



Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Bupati Nagan Raya Harapkan Presiden Prabowo Resmikan Proyek Strategis Nasional Sekolah Rakyat

MEDIA EKSPRESI- 20.56.00 0
Bupati Nagan Raya Harapkan Presiden Prabowo Resmikan Proyek Strategis Nasional Sekolah Rakyat
SUKA MAKMUE, MediaEkspresi.id – Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., menyampaikan harapan besar agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subiant…

Most Popular

Polemik Dugaan Kericuhan Musdes Pantai Sederhana, Perangkat Desa Berikan Klarifikasi

Polemik Dugaan Kericuhan Musdes Pantai Sederhana, Perangkat Desa Berikan Klarifikasi

13.48.00
Semarakkan Talenta Muda, Cilamaya Wetan Gelar O2SN, FLS2N, dan Oltrad Tingkat SD 2026

Semarakkan Talenta Muda, Cilamaya Wetan Gelar O2SN, FLS2N, dan Oltrad Tingkat SD 2026

13.06.00
Geram Atas Indisipliner ASN, Bupati Karawang Ancam Mutasi Pejabat yang Mangkir Briefing

Geram Atas Indisipliner ASN, Bupati Karawang Ancam Mutasi Pejabat yang Mangkir Briefing

18.34.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Polemik Dugaan Kericuhan Musdes Pantai Sederhana, Perangkat Desa Berikan Klarifikasi

Polemik Dugaan Kericuhan Musdes Pantai Sederhana, Perangkat Desa Berikan Klarifikasi

13.48.00
Semarakkan Talenta Muda, Cilamaya Wetan Gelar O2SN, FLS2N, dan Oltrad Tingkat SD 2026

Semarakkan Talenta Muda, Cilamaya Wetan Gelar O2SN, FLS2N, dan Oltrad Tingkat SD 2026

13.06.00
Geram Atas Indisipliner ASN, Bupati Karawang Ancam Mutasi Pejabat yang Mangkir Briefing

Geram Atas Indisipliner ASN, Bupati Karawang Ancam Mutasi Pejabat yang Mangkir Briefing

18.34.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi