Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Kendal Perluas Budidaya Bandeng di Lahan Terbuka
KENDAL, mediaekspresi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal memperkuat sinergi dengan Lapas Terbuka Kendal melalui ekspansi sektor perikanan. Langkah ini diwujudkan dengan pembukaan lahan kolam tambak ikan bandeng baru di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Terbuka Kendal, Sabtu (31/1).
Perluasan ini merupakan pengembangan tahap kedua setelah keberhasilan pengelolaan lahan tahap pertama seluas satu hektare. Saat ini, kolam yang telah berjalan memiliki kapasitas populasi mencapai 21.000 ekor ikan bandeng.
Implementasi Program Aksi Kementerian
Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Ary Nirwanto, menyatakan bahwa optimalisasi lahan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), khususnya pada pilar ketahanan pangan.
"Program ketahanan pangan ini bukan hanya bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kami akan terus mendorong perluasan lahan dan pengembangan budidaya agar hasilnya optimal serta berkelanjutan," ujar Ary.
Pemberdayaan Warga Binaan
Selain aspek swasembada, proyek ini difungsikan sebagai laboratorium produktif bagi para warga binaan. Mereka dilibatkan langsung dalam proses pengelolaan tambak, mulai dari persiapan lahan hingga masa panen.
Ary menegaskan komitmennya untuk terus memperluas cakupan lahan pertanian dan perikanan di wilayah tersebut. Harapannya, keterampilan teknis yang didapat selama masa pembinaan dapat menjadi bekal nyata bagi warga binaan untuk berwirausaha atau bekerja secara profesional setelah kembali ke masyarakat.
Dampak Ekonomi Lokal
Sinergi antara Lapas Kelas IIA Kendal dan Lapas Terbuka Kendal dalam mengelola aset negara ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi ganda (multiplier effect). Hasil panen bandeng nantinya tidak hanya dialokasikan untuk memperkuat stok pangan internal, tetapi juga diharapkan mampu memberi kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui distribusi hasil budidaya yang kompetitif.
Reporter: Ragil
Editor: Ata Priatna

Posting Komentar