Diduga Tak Transparan Kelola Dana BOS, Warga Desak Inspektorat Audit SDN 158329 Sarma Nauli
TAPANULI TENGAH, mediaekspresi.id – Sejumlah warga Desa Sarma Nauli, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, mendesak Inspektorat daerah setempat untuk segera melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 158329 Sarma Nauli.
Desakan ini mencuat menyusul adanya dugaan penyelewengan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana (sapras) sepanjang periode 2022 hingga 2025. Warga menilai, kondisi fisik sekolah tidak menunjukkan perubahan signifikan meskipun negara rutin mengucurkan dana hingga ratusan juta rupiah setiap tahunnya.
Indikasi Ketidakwajaran Anggaran
Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi dana BOS untuk pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah tersebut mengalami fluktuasi yang mencolok. Pada tahun 2025 misalnya, tercatat anggaran sapras melonjak hingga Rp33,5 juta pada tahap pertama, namun kondisi riil di lapangan dinilai warga tetap memprihatinkan.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) saat ini. Ia menyebut transparansi penggunaan anggaran hampir tidak ada.
"Selama bertahun-tahun menjabat, hampir tidak ada perubahan fisik bangunan yang berarti. Padahal anggaran BOS seharusnya bisa digunakan untuk perbaikan ringan seperti pengecatan atau perbaikan fasilitas sanitasi yang rusak," ujar sumber tersebut kepada media, Jumat (23/01/2026).
Rincian Pengelolaan Dana BOS (2022-2025)
Data laporan penggunaan dana BOS SDN 158329 menunjukkan total penerimaan dana yang cukup besar setiap tahunnya:
• Tahun 2022: Total dana Rp186.390.000 (208 siswa). Alokasi sapras hanya terserap Rp10.682.000 pada tahap 1, sementara tahap 2 dan 3 dilaporkan nihil.
• Tahun 2023: Total dana Rp189.900.000 (211 siswa). Alokasi sapras terserap total Rp25.730.000.
• Tahun 2024: Total dana Rp162.900.000 (181 siswa). Alokasi sapras terserap total Rp38.515.000.
• Tahun 2025: Total dana Rp175.446.000 (171 siswa). Alokasi sapras terserap total Rp37.950.000.
Warga menyoroti bahwa dengan akumulasi anggaran tersebut, masalah-masalah dasar di sekolah seharusnya sudah tertangani dengan baik.
Sorotan Terhadap Gedung Baru
Selain dana BOS, warga juga menyinggung pembangunan gedung baru dari APBD Pemkab Tapanuli Tengah pada tahun 2025. Namun, kehadiran fasilitas tersebut dianggap hanya sebagai "pemanis" yang tidak diiringi dengan perawatan gedung lama maupun peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
"Bangunan baru itu tampak bagus, tapi gedung lama tetap memprihatinkan. Kami merasa pengelolaan sekolah ini tidak memiliki visi yang jelas untuk kemajuan pendidikan di desa kami," tegasnya.
Upaya Konfirmasi
Hingga berita ini diturunkan, oknum Kepala Sekolah SDN 158329 Sarma Nauli belum memberikan tanggapan terkait tudingan warga tersebut. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah guna mendapatkan klarifikasi dan informasi yang berimbang.
Masyarakat berharap Inspektorat segera turun ke lapangan untuk memastikan apakah penggunaan anggaran telah sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) guna menghindari potensi kerugian negara.
Reporter: Hadirian Sihotang
Editor: Ata Priatna


Posting Komentar