Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Ragam Ulama Madura Soroti Wacana Industrialisasi Bangkalan, Khawatir Masyarakat Lokal Hanya Jadi Penonton
Ragam

Ulama Madura Soroti Wacana Industrialisasi Bangkalan, Khawatir Masyarakat Lokal Hanya Jadi Penonton

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
13 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Ilustrasi

BANGKALAN, MediaEkspresi.id
— Wacana industrialisasi di Pulau Madura kembali mendapat sorotan tajam dari sejumlah ulama dan tokoh masyarakat. Kekhawatiran mendasar tertuju pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal serta minimnya keterlibatan ulama dan tokoh daerah dalam proses musyawarah pembangunan.

Isu dampak industrialisasi ini sendiri sebenarnya bukan perkara baru. Kekhawatiran serupa telah mengemuka sejak rencana pembangunan jembatan penghubung Surabaya–Madura (Suramadu) digagas pada penghujung era Orde Baru, bahkan ditelusuri sejak masa kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Muhammad Noer.

Guna memetakan potensi dampak secara langsung, sejumlah ulama Madura pernah melakukan kunjungan kajian ke kawasan industri di Batam. Dari studi banding tersebut, para tokoh menemukan berbagai persoalan sosial dan ketenagakerjaan yang dikhawatirkan dapat terulang di Madura.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu tokoh kharismatik Madura, KHR Ali Badri Zaini, saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026).

Soroti Kesiapan SDM dan Keterlibatan Tokoh Lokal

Ali Badri Zaini menyayangkan wacana industrialisasi—khususnya di Kabupaten Bangkalan—yang terkesan berjalan tanpa terlebih dahulu melibatkan para ulama dan tokoh masyarakat Madura dalam ruang musyawarah.

Salah satu fokus utama yang disorotinya adalah persoalan kesiapan SDM masyarakat Madura, terutama dari tingkat pendidikan formal di wilayah Bangkalan yang dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di sektor industri standar.

"Kalau masyarakat kita rata-rata pendidikannya baru sampai tingkat SMP, sementara untuk menjadi karyawan industri minimal setara SMA atau sederajat, ini yang kami khawatirkan," ujar Ali Badri Zaini.

Ia menambahkan, dampak ketimpangan kualifikasi ini tidak hanya terbatas pada sulitnya akses lapangan pekerjaan. Hadirnya investasi asing dikhawatirkan memicu gelombang masuknya tenaga kerja dari luar daerah hingga Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Dengan adanya industrialisasi di Madura ini, kami khawatir masyarakat setempat akan menjadi penonton atau hanya sebagai tamu di tanah kelahirannya sendiri," tegasnya.

Kejutan MoU Guangdong Industrial Park dan Potensi Gesekan Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Ali Badri Zaini mengaku terkejut atas penandatanganan nota kesepakatan (MoU) terkait Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dari Tiongkok oleh Akhmad Ma’ruf Maulana selaku Presiden Direktur PT Wira Raja Madura International.

Ia menegaskan bahwa letak persoalannya bukan pada investasi itu sendiri, melainkan pada tata cara komunikasi publik dan pelibatan pemangku kepentingan (stakeholders) lokal yang dinilai belum menyeluruh.

"Bagaikan petir menyambar di siang bolong," ungkap Ali Badri Zaini menggambarkan keterkejutannya atas dinamika rencana pembangunan kawasan industri tersebut.

Oleh karena itu, ia mengingatkan adanya risiko gesekan sosial apabila pembangunan kawasan industri tidak diimbangi dengan regulasi yang memadai dan kesiapan warga lokal. Perbedaan karakter, budaya, serta pola kehidupan antara masyarakat setempat dengan tenaga kerja pendatang perlu diantisipasi secara serius.

Imbauan kepada Pemerintah Daerah dan Cita-Cita Provinsi Madura

Menutup keterangannya, Ali Badri Zaini meminta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mengevaluasi komprehensif rencana industrialisasi Madura secara berimbang, tidak sekadar berfokus pada angka investasi dan pertumbuhan ekonomi semata.

"Kami memohon dengan sangat kepada Ibu Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur untuk melihat kembali aspek-aspek negatifnya, jangan hanya melihat dari segi positifnya," pangkasnya.

Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek sosial, budaya, pendidikan, ketenagakerjaan, serta kearifan lokal. Terlebih, masyarakat Madura saat ini masih menyimpan cita-cita besar yang belum terwujud, yakni pembentukan Provinsi Madura.

Setiap kebijakan strategis dinilai perlu dibicarakan secara terbuka bersama masyarakat, ulama, dan tokoh daerah agar pembangunan dapat berjalan harmonis tanpa memicu persoalan sosial di masa depan.


Reporter: Rusdiyanto

Via Ragam
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar









Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

MEDIA EKSPRESI- 15.51.00 0
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan
Foto papan informasi  KARAWANG, MediaEkspresi.id — Pelaksanaan proyek Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Guru, Kepala Sekolah, dan TU di SMP Negeri 1 Cilamaya We…

Most Popular

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

17.29.00
Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

17.20.00
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

15.51.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

17.29.00
Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

17.20.00
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

15.51.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi