Mahasiswa KKN UBP Karawang Berdayakan Masyarakat melalui Empat Program Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan
KARAWANG, MediaEkspresi.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Kelompok Desa Wancimekar menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat bertajuk "Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan" di Posyandu Sakura 13, Perumahan Puri Anggrek, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menjadi upaya nyata mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik maupun nonorganik melalui edukasi dan praktik langsung.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan Ketua Pelaksana, Widya Setya Azzahra, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas antusiasme dalam mengikuti kegiatan. Ia berharap program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Ketua Kelompok KKN UBP Karawang Desa Wancimekar, Daffa Muqsith Ismoro, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan KKN yang dirancang melalui kolaborasi lintas program studi sebagai solusi atas permasalahan sampah rumah tangga. Dalam pemaparannya, Daffa memperkenalkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
"Melalui konsep 3R, masyarakat diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mendaur ulang sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi," jelas Daffa.
Empat materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari konsep 3R, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun, daur ulang sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media edukasi lingkungan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kader Posyandu Sakura 13, Ibu Nur, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam menghadirkan edukasi yang aplikatif bagi masyarakat.
"Kami berharap program yang dibawa adik-adik KKN ini dapat membantu masyarakat lebih memahami cara memanfaatkan sampah organik maupun nonorganik agar memiliki nilai guna. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, diharapkan jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat terus berkurang," ujar Ibu Nur.
Inovasi Pengelolaan Sampah Lintas Disiplin Ilmu
Materi pertama disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Farmasi, Mega dan Husniah, mengenai pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos menggunakan komposter berbahan galon bekas. Peserta diperkenalkan pada proses penyusunan sampah organik hingga menghasilkan pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Demonstrasi dilakukan secara langsung agar masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.
Selanjutnya, mahasiswa Program Studi Manajemen, Widya, Khoerunnisa, Helmi, Angguh, dan Andika, memberikan pelatihan pembuatan sabun batang berbahan dasar minyak jelantah. Dalam praktik tersebut, peserta dikenalkan pada bahan-bahan yang digunakan, seperti minyak jelantah dan soda api, serta tahapan pembuatannya. Sabun yang dihasilkan diperuntukkan bagi kebutuhan pembersihan rumah tangga, seperti mencuci pakaian dan peralatan, sehingga limbah minyak jelantah dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa Program Studi Akuntansi, Eliya dan Liyanti, menjelaskan pentingnya perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dalam menentukan harga jual produk hasil daur ulang. Selain memberikan materi mengenai komponen biaya produksi dan keuntungan usaha, mereka juga mendemonstrasikan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas. Peserta diajak melihat secara langsung proses pembuatannya hingga menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.
Sebagai penutup, mahasiswa Program Studi Informatika, Alif, Dapi, dan Galih, memperkenalkan PESAN (Pusat Edukasi Sampah Lingkungan), sebuah platform digital yang dirancang sebagai media edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah. Peserta dibimbing mengakses website tersebut untuk mempelajari berbagai informasi seputar jenis sampah, cara pengelolaannya, serta materi edukasi yang dapat dipelajari kapan saja.
Antusiasme dan Harapan Ke Depan
Kegiatan yang diikuti sekitar 19–20 peserta ini dihadiri oleh kader Posyandu Sakura 13, Ketua RT/RW, dan masyarakat sekitar. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka mengikuti penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, hingga sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan yang diajukan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi pengelolaan sampah yang diperkenalkan mahasiswa KKN.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UBP Karawang Desa Wancimekar berharap masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader posyandu, serta masyarakat diharapkan terus terjalin guna mewujudkan budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Desa Wancimekar serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Reporter: Ahdan
.jpg)
Posting Komentar