Kondisi Sarpras Rusak Keluhkan Wali Murid, Kepsek SMPN 3 Klari Buka Suara Terkait Keterbatasan Anggaran
KARAWANG, MediaEkspresi.id – Sejumlah sarana dan prasarana (Sarpras) di SMP Negeri 3 Klari dikeluhkan oleh wali murid. Kerusakan fasilitas pendukung serta ruang belajar (rombel) yang dinilai sudah tidak layak tersebut memicu kekhawatiran orang tua terkait kenyamanan dan keselamatan para siswa selama mengenyam pendidikan.
Keluhan tersebut dibenarkan oleh Kepala SMP Negeri 3 Klari yang baru menjabat, Muslih Hidayat. Menurutnya, kendala utama yang dihadapi sekolah berakar pada keterbatasan anggaran operasional, kerusakan berat pada ruang kelas, serta lonjakan jumlah siswa yang tidak sebanding dengan kapasitas fasilitas yang ada.
Muslih menjelaskan bahwa kerusakan berat pada bangunan lama—seperti atap bocor dan dinding retak—menjadi permasalahan utama. Sayangnya, perbaikan struktur bangunan tersebut tidak dapat didanai secara penuh menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Regulasi membatasi penggunaan Dana BOS maksimal hanya 20 persen, dan itu pun hanya diperuntukkan bagi pemeliharaan kategori ringan hingga sedang," ujar Muslih.
Terbatasnya Kuota dan Fasilitas Digital
Dampak dari keterbatasan fasilitas ini juga terasa saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB). Pihak sekolah menyayangkan banyaknya calon siswa yang terpaksa tidak dapat diterima akibat terbatasnya ruang kelas. Tak hanya itu, lonjakan kuota siswa baru juga membuat sekolah kekurangan mebeler dasar, sehingga sebagian siswa harus belajar dengan fasilitas seadanya.
Selain bangunan dan mebeler, Muslih menyoroti belum memadainya fasilitas digital penunjang asesmen. Saat ini, sekolah masih menghadapi keterbatasan laboratorium komputer, jaringan internet, serta proyektor yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
• Pri
.jpg)
Posting Komentar