Proyek IPLT Ijo Balit Senilai Rp10 Miliar Terbengkalai, GPS Bersatu Soroti Kinerja Dinas PUPR Lombok Timur
LOMBOK TIMUR, MediaEkspresi.id – Pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Ijo Balit di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, memicu polemik. Fasilitas yang baru saja rampung dibangun tersebut kini kondisinya memprihatinkan, tidak berfungsi, dan tampak seperti bangunan tak berpenghuni.
Kondisi ini menuai sorotan tajam dari Gerakan Pemuda Sasak (GPS) Bersatu. Ketua GPS Bersatu, Zaeni Hasyari, menyatakan kekecewaannya atas lambatnya pemanfaatan infrastruktur tersebut. Ia menduga ada faktor kelalaian dari Pemerintah Daerah Lombok Timur, khususnya Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Sebagai informasi, proyek ini didanai melalui kolaborasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran mendekati Rp10 miliar.
"Anggaran yang digelontorkan sangat besar, mendekati Rp10 miliar. Namun setelah selesai dibangun, fasilitas ini justru dibiarkan begitu saja. Kami mempertanyakan maksud di balik hal ini. Jangan sampai anggaran besar dihabiskan jika tujuan dan pemanfaatannya belum jelas, apalagi saat ini masyarakat sedang menghadapi tekanan ekonomi," tegas Zaeni kepada media, Kamis (11/6/2026).
Temuan Kerusakan di Lapangan
Berdasarkan investigasi dan pengecekan langsung yang dilakukan oleh tim GPS Bersatu di lokasi proyek, ditemukan sejumlah kerusakan fisik dan fasilitas yang tidak tuntas. Zaeni menilai, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR seharusnya mengetahui detail kondisi ini mengingat fungsi pengawasan yang mereka miliki sejak tahap pelelangan.
Berikut adalah sejumlah poin krusial yang ditemukan di lokasi IPLT Ijo Balit:
• Kerusakan Infrastruktur Luar: Pagar pembatas di sejumlah titik sudah copot dan rusak. Selain itu, pemasangan paving block belum tuntas sepenuhnya.
• Kerusakan Struktur: Dinding penahan tanah sudah mengalami keretakan yang diduga akibat paparan sinar matahari, serta vegetasi atau jenis tanaman di area sekitar sangat terbatas.
• Fasilitas Penunjang Terbengkalai: Ruang penyimpanan genset dalam kondisi terkunci rapat dengan peralatan di dalamnya yang sudah berkarat. Kondisi serupa terjadi pada bak klorinasi, di mana lapisan pelindung besinya mengelupas dan berkarat parah.
• Fasilitas Umum Rusak: Bangunan musholla tampak lusuh dan tidak terawat, sementara pos penjagaan sudah kosong ditinggalkan.
Tuntut Audiensi dan Aksi Nyata
Pihak GPS Bersatu menilai kondisi riil di lapangan menunjukkan adanya pembiaran terhadap aset negara yang seharusnya bernilai guna tinggi bagi sanitasi dan lingkungan masyarakat Lombok Timur.
Menyikapi hal tersebut, GPS Bersatu mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk segera mengambil langkah konkret dan memberikan klarifikasi resmi mengenai status operasional IPLT Ijo Balit.
"Kami menuntut Pemda Lombok Timur segera bertindak tegas mengatasi persoalan ini. Jika tidak ada tanggapan serius, GPS Bersatu berencana menggelar audiensi hingga aksi nyata dalam waktu dekat untuk menuntut kejelasan nasib proyek tersebut," pungkas Zaeni.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Lombok Timur, khususnya Bidang Cipta Karya, belum memberikan keterangan resmi terkait terbengkalainya fasilitas IPLT Ijo Balit tersebut.
Reporter: Sanusi
.jpg)
Posting Komentar