Mahasiswa KKN IAI Hamzanwadi Pancor Luncurkan Program "PELITA Anak Desa" di Jeruk Manis
JERUK MANIS,MediaEkspresi.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PKM) IAI Hamzanwadi Pancor tahun 2026 resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Pendidikan dan Literasi (PELITA) Anak Desa. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini guna mendukung ambisi Desa Jeruk Manis menjadi destinasi wisata unggulan di masa depan.
Sinergi Pendidikan dan Potensi Wisata
Program PELITA Anak Desa tidak sekadar memberikan bimbingan belajar konvensional. Mahasiswa merancang kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan di sektor pariwisata.
Beberapa pilar utama dalam program ini meliputi:
• Pendidikan Agama Islam: Sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
Keterampilan Bahasa (Inggris & Arab): Menyiapkan anak-anak sebagai calon tour guide lokal yang mampu berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara.
• Literasi & Numerasi: Penguatan kemampuan membaca, menulis, serta matematika untuk meningkatkan daya pikir logis.
Ketua Kelompok KKN PKM IAI Hamzanwadi Pancor Desa Jeruk Manis, Sanusi, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata tanggung jawab akademis mahasiswa kepada masyarakat.
"Kami merancang PELITA Anak Desa dengan mempertimbangkan kebutuhan aktual desa. Selain pondasi agama, kami memberikan pelatihan tour guide dan bahasa internasional agar anak-anak siap menyokong potensi wisata desa mereka sendiri di masa depan," ujar Sanusi dalam sambutannya.
Dukungan Penuh dari Elemen Masyarakat
Pelaksanaan program ini mendapat sambutan hangat. Warga secara sukarela menyediakan balai desa hingga ruangan pribadi sebagai tempat belajar. Perangkat desa pun mengapresiasi inisiatif ini sebagai katalisator pembangunan desa yang berkelanjutan.
Pihak pemerintah desa bahkan telah memulai diskusi awal untuk menjadikan kurikulum PELITA sebagai kegiatan rutin yang akan dikelola secara mandiri oleh masyarakat bersama pihak sekolah setempat setelah masa KKN berakhir.
Dampak Berkelanjutan
Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai lintas jurusan, program ini menjadi jembatan antara dunia kampus dan kebutuhan riil di pedesaan. Semangat gotong royong yang tercipta diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan Desa Jeruk Manis, baik dari sisi intelektual maupun ekonomi melalui sektor pariwisata.
Reporter: SNI

Posting Komentar