Kerja Keras Pemuda di Sunrise Land Diambil Alih, "Kekuasaan Hanya Nikmati Hasil"

Kawasan Sunrise Land
Ekspresi Lombok Timur - Taman Wisata Labuhan Haji kawasan Sunrise Land menjadi bukti nyata dinamika kekuasaan yang tidak adil: absen saat aset negara terlantar, namun segera muncul untuk menguasai hasil setelah pemuda lokal berhasil menghidupkannya.
Ketika kawasan masih berupa lahan terlantar, sarang aktivitas tidak diinginkan, dan tidak ada rencana pengembangan dari pemerintah terkait, kelompok pemuda Lombok Timur mengambil inisiatif dengan modal pribadi, tenaga kerja, dan gagasan inovatif. Mereka membersihkan kawasan, menjaga penyu, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan menciptakan lapangan kerja—puluhan pemuda tidak perlu jadi TKI, nelayan terlibat aktif, dan ekosistem dijaga secara berkelanjutan.
Namun ketika kawasan mulai menunjukkan nilai ekonomi dan sosial, pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata (DISPAR) mengambil alih secara sepihak. Perjanjian Kerjasama Sosial Ekonomi (PKS) yang siap ditandatangani dibatalkan tanpa penjelasan jelas, tidak ada dialog atau proses transisi, hanya surat pengambilalihan yang dingin.
"Sunrise Land Lombok (SLL) yang di bangun dari nol dengan keringat dan usaha keras bertahun-tahun, kini tiba-tiba diambil alih seperti kita tidak punya hak apa-apa. Ini bukan hanya tentang pengelolaan wisata, tapi penghancuran harapan bagi generasi muda yang mau membangun daerahnya sendiri," ujar Muzanni Ardian, Ketua Umum DPC HIMMAH NWDI LOTIM.
Kepala Dinas Pariwisata (KADISPAR) menyebut alasan belum ada disposisi Bupati dan evaluasi investor, namun hal itu dianggap sebagai tameng untuk keputusan yang lebih dipengaruhi politik. Bahkan muncul wacana penambahan fasilitas dari DISPAR, seperti banana boat dan jet ski yang berpotensi merusak ekosistem dan mengurangi kontribusi masyarakat lokal.
Jika kondisi ini tidak dikoreksi, Lombok Timur tidak akan mampu membangun pariwisata berkelanjutan, melainkan hanya akan menghasilkan generasi muda yang kehilangan semangat untuk mengembangkan daerahnya. (Sanusi)
Posting Komentar