Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Headline Pemerintahan Ironi Lumbung Padi: Petani Karawang Kesulitan Pupuk di Tengah Keberadaan Pabrik Besar
Headline Pemerintahan

Ironi Lumbung Padi: Petani Karawang Kesulitan Pupuk di Tengah Keberadaan Pabrik Besar

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
22 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Ilustrasi

KARAWANG, mediaekspresi.id
– Ironi sektor pertanian kembali terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Meski menyandang status sebagai lumbung padi nasional dan menjadi lokasi berdirinya pabrik pupuk besar, para petani di lapangan justru mengeluhkan sulitnya mengakses pupuk bersubsidi serta ketimpangan distribusi yang kian meruncing.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan prestasi yang baru saja diraih Pemerintah Kabupaten Karawang. Belum lama ini, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kontribusi besarnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Distribusi yang Tidak Merata

Keluhan muncul salah satunya dari sejumlah petani di Kecamatan Purwasari. Mereka menyoroti lemahnya tata kelola distribusi yang menyebabkan jatah pupuk antarpetani menjadi tidak proporsional.

Salah seorang petani setempat mengungkapkan bahwa perolehan pupuk saat ini tidak lagi stabil dan cenderung menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Tesarua menangna, aya loba, aya nu saetik sawahna menang loba (Tidak merata mendapatkannya, ada yang punya sawah luas tapi dapat sedikit, ada yang sawahnya sedikit malah dapat banyak)," ujarnya saat ditemui awak media, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, pada masa lalu dirinya bisa mendapatkan hingga satu ton pupuk untuk lahan seluas satu hektar yang idealnya membutuhkan 5 sampai 6 kuintal. Namun, kini ia hanya mendapatkan jatah 2,5 kuintal. Di sisi lain, ada ketimpangan di mana pemilik lahan kecil justru mendapatkan jatah 1,5 kuintal, yang dinilai tidak sesuai dengan perhitungan luas tanam.

Birokrasi dan Kuota Jadi Penghambat

Para petani mengaku mendapatkan pasokan pupuk melalui ketua kelompok tani. Namun, mekanisme yang ada saat ini dianggap lebih rumit dan kaku dibandingkan sebelumnya. Selain faktor birokrasi, keterbatasan kuota ditengarai menjadi penyebab utama petani tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman secara optimal.

Persoalan ini memicu keprihatinan mengingat Karawang adalah daerah penopang utama ketahanan pangan. Sebagai ujung tombak produksi nasional, petani justru harus berhadapan dengan realita sulitnya mendapatkan input pertanian di "rumah" sendiri—daerah yang secara geografis sangat dekat dengan pusat produksi pupuk.

Hingga berita ini diturunkan, para petani berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengevaluasi sistem distribusi agar selaras dengan penghargaan yang telah diterima, guna memastikan keberlangsungan produksi padi di Karawang tetap terjaga.

Editor: Ata Priatna
Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar



Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Pemkab Nagan Raya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Seunagan Timur

MEDIA EKSPRESI- 19.25.00 0
Pemkab Nagan Raya Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Seunagan Timur
NAGAN RAYA, MediaEkspresi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya menunjukkan gerak cepat dalam merespons musibah kebakaran yang menimpa warga di Gampon…

Most Popular

Kondisi Kantor Camat Cabangbungin Memprihatinkan, Rumput Liar dan Tembok Kusam Tuai Kritik

Kondisi Kantor Camat Cabangbungin Memprihatinkan, Rumput Liar dan Tembok Kusam Tuai Kritik

16.39.00
Diduga Dibiarkan, Peredaran Obat Keras Golongan G Marak di Telukjambe Timur Karawang

Diduga Dibiarkan, Peredaran Obat Keras Golongan G Marak di Telukjambe Timur Karawang

16.00.00
Disdik Kabupaten Purwakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Solidaritas Pegawai Pasca-Lebaran

Disdik Kabupaten Purwakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Solidaritas Pegawai Pasca-Lebaran

09.53.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Kondisi Kantor Camat Cabangbungin Memprihatinkan, Rumput Liar dan Tembok Kusam Tuai Kritik

Kondisi Kantor Camat Cabangbungin Memprihatinkan, Rumput Liar dan Tembok Kusam Tuai Kritik

16.39.00
Diduga Dibiarkan, Peredaran Obat Keras Golongan G Marak di Telukjambe Timur Karawang

Diduga Dibiarkan, Peredaran Obat Keras Golongan G Marak di Telukjambe Timur Karawang

16.00.00
Disdik Kabupaten Purwakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Solidaritas Pegawai Pasca-Lebaran

Disdik Kabupaten Purwakarta Gelar Halalbihalal, Perkuat Solidaritas Pegawai Pasca-Lebaran

09.53.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi