Diduga Tilap Dana BOS Selama Tiga Tahun, Kepsek SMPN 2 Sirandorung Diminta Diperiksa

Kondisi sekolah SMP Negeri 2 Sirandorung
Ekspresi TAPANULI TENGAH – Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, diduga melakukan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) khususnya pada anggaran sarana dan prasarana (SAPRAS) selama tiga tahun terakhir.
Dugaan tersebut mencuat berdasarkan laporan masyarakat Desa Siordang kepada awak media, Rabu (15/01/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Laporan itu diperkuat dengan hasil penelusuran media ke lingkungan sekolah serta keterangan sejumlah narasumber dan warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai kondisi SMP Negeri 2 Sirandorung sangat memprihatinkan dan tidak menunjukkan adanya perkembangan berarti selama beberapa tahun terakhir.
“Kami sebagai masyarakat Desa Siordang sangat prihatin melihat kondisi sekolah ini. Tidak ada perubahan sama sekali. Bangunan sekolah bahkan tidak dicat bertahun-tahun,” ungkap salah seorang warga.
Menurut warga, pengecatan bangunan sekolah yang tampak saat ini hanya dilakukan di bagian depan dan diduga untuk mengelabui pihak luar, termasuk media.
“Itu pun dicat karena ada proyek rehabilitasi ruang kelas dari pemerintah pusat. Tidak semuanya dicat, hanya bagian depan saja agar terlihat bagus saat ada kunjungan,” lanjutnya.
Ironisnya, jumlah siswa di SMP Negeri 2 Sirandorung disebut cukup banyak. Namun kondisi sarana dan prasarana sekolah tidak mencerminkan besarnya anggaran BOS yang dikucurkan negara setiap tahunnya.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Siordang secara tegas meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah serta Inspektorat Kabupaten Tapanuli Tengah untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan Dana BOS di SMP Negeri 2 Sirandorung.
“Kami menduga Dana BOS SAPRAS sudah banyak ditilap. Bukan satu tahun, tapi lebih dari itu, sejak oknum kepala sekolah ini menjabat,” tegas warga.
Masyarakat juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah turun langsung ke lapangan untuk mengungkap kondisi sebenarnya di sekolah tersebut.
“Terima kasih kepada media yang sudah datang dan melihat langsung bobroknya SMP Negeri 2 ini. Kami berharap Pemkab Tapanuli Tengah benar-benar menempatkan kepala sekolah yang punya komitmen membangun pendidikan demi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala sekolah SMP Negeri 2 Sirandorung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(HS)
Posting Komentar