Sirkuit Mandalika di Tengah Ancaman Banjir: Bom Waktu Lima Tahun ke Depan?
LOMBOK TENGAH, NTB, MediaEkspresi.id – Menjadi ikon baru pariwisata dan otomotif dunia, Sirkuit Internasional Mandalika kini menghadapi tantangan besar yang melampaui lintasan balap. Sejumlah pakar dan pengamat lingkungan memperingatkan bahwa tanpa langkah mitigasi yang radikal, sirkuit kebanggaan Indonesia ini terancam menghadapi krisis banjir dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Kombinasi antara perubahan iklim, peningkatan curah hujan ekstrem, serta persoalan tata kelola drainase di kawasan penyangga disebut menjadi faktor utama yang bisa mengubah kawasan ini menjadi titik rawan bencana.
Sinyal Peringatan dari Musim Hujan
Genangan air yang muncul di beberapa titik kawasan Mandalika pada musim hujan terakhir dianggap bukan sekadar masalah teknis biasa, melainkan sinyal peringatan dini (alarm). Para pengamat menilai jika normalisasi saluran air dan penataan daerah resapan tidak segera dieksekusi, dampaknya akan meluas hingga ke area lintasan utama.
Kawasan pesisir seperti Mandalika secara geografis memiliki kerentanan tinggi terhadap:
• Banjir Rob: Peningkatan permukaan air laut yang mengancam wilayah pesisir.
• Limpasan Air Hujan (Run-off): Aliran air dari perbukitan sekitar yang tidak terserap sempurna akibat perubahan tata guna lahan.
• Penyumbatan Drainase: Kapasitas saluran yang mungkin tidak lagi memadai untuk menampung debit air ekstrem.
Mitigasi: Investasi Masa Depan
Pembangunan di sekitar sirkuit yang kian masif menuntut perencanaan lingkungan yang jauh lebih matang. Para pelaku pariwisata dan masyarakat lokal mendesak pemangku kepentingan—baik pemerintah daerah maupun pengelola kawasan—untuk segera mengimplementasikan langkah-langkah strategis, di antaranya:
• Sistem Drainase Terpadu: Memastikan aliran air memiliki jalur keluar yang lancar menuju laut tanpa hambatan sedimen.
• Pembangunan Kolam Retensi: Menciptakan kantong-kantong air untuk mengendalikan debit limpasan saat hujan deras.
• Penghijauan Hulu: Menjaga area perbukitan agar tetap berfungsi sebagai daerah resapan alami.
• Sistem Peringatan Dini: Pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi potensi luapan air secara real-time.
Lebih dari Sekadar Lintasan Balap
Sirkuit Mandalika adalah simbol harga diri bangsa dan motor penggerak ekonomi Nusa Tenggara Barat. Kerugian yang ditimbulkan akibat bencana banjir bukan hanya soal kerusakan fisik, melainkan juga hilangnya kepercayaan dunia terhadap stabilitas kawasan strategis nasional ini.
Ancaman banjir lima tahun ke depan tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia adalah panggilan untuk bertindak hari ini, agar kejayaan Mandalika tetap bertahan dan tidak tergerus oleh persoalan yang seharusnya bisa dicegah sejak dini.
Reporter: H.Bukran
.jpg)
Posting Komentar