Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Ragam Jelang Idulfitri 1447 H: Harga Melati Melambung, Petani di Pemalang Justru Terpukul Banjir
Ragam

Jelang Idulfitri 1447 H: Harga Melati Melambung, Petani di Pemalang Justru Terpukul Banjir

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
27 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


PEMALANG, MediaEkspresi.id
– Memasuki tiga pekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, geliat pasar bunga melati di Kabupaten Pemalang menunjukkan tren yang kontradiktif. Di tengah meroketnya permintaan dan harga di tingkat konsumen, para petani melati justru harus gigit jari akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir tersebut.

Berdasarkan data per Februari 2026, permintaan bunga melati, baik untuk kebutuhan bunga tabur ziarah maupun ronce pengantin, mengalami peningkatan drastis. Aktivitas ziarah kubur yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat dalam menyambut Ramadan dan Lebaran menjadi pemicu utama melonjaknya omzet para pedagang.

Permintaan Tinggi dari Berbagai Kota Besar

Tak hanya untuk kebutuhan lokal, bunga melati asal Pemalang juga membanjiri pasar-pasar besar di luar daerah. Pesanan dilaporkan datang mengalir dari kota-kota besar seperti Semarang, Bandung, hingga Surabaya. Khusus untuk melati ronce, para perias pengantin mulai mengamankan stok sejak dini guna mengantisipasi tingginya angka pernikahan di bulan Syawal mendatang.

Lonjakan permintaan ini secara otomatis mengerek harga jual. Di tingkat petani, harga melati kini menyentuh angka yang fantastis.

"Banyak bakul (pedagang) yang langsung datang ke sini. Mereka berani beli dengan harga bagus, sampai Rp110.000 per kilogram. Kalau dijual ke agen atau pengepul biasanya jauh lebih murah," ungkap Diyah (30), salah seorang petani melati di Kecamatan Ulujami, Jumat (27/2/2026).

Gagal Panen Akibat Rendaman Banjir

Namun, senyum manis karena harga tinggi itu tidak dirasakan merata oleh seluruh petani. Ironisnya, saat harga melambung, banyak lahan melati di Pemalang yang justru tidak bisa dipanen. Faktor bencana alam menjadi penyebab utama kegagalan produksi tahun ini.

Diyah mengaku hanya bisa menjual sedikit melati karena kebun miliknya sempat terendam banjir beberapa waktu lalu. Hal senada juga dirasakan oleh Mulyono (60), petani melati lainnya. Ia menyebut Lebaran tahun ini tidak memberikan "panen cuan" seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Kebun melati saya habis kena banjir. Bahkan sampai hari ini, sisa lumpurnya masih setinggi lutut," keluh Mulyono dengan nada getir.

Kondisi ini menyisakan pilu bagi para petani di Ulujami. Di saat pasar sangat membutuhkan pasokan melati, mereka justru harus berjuang memulihkan lahan yang rusak diterjang air dan sisa material lumpur.

Reporter: Ragil

Via Ragam
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar



Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

RSUD SIM Kini Layani Cuci Darah, Bupati TRK: Warga Nagan Raya Tak Perlu Lagi ke Luar Daerah

MEDIA EKSPRESI- 20.21.00 0
RSUD SIM Kini Layani Cuci Darah, Bupati TRK: Warga Nagan Raya Tak Perlu Lagi ke Luar Daerah
NAGAN RAYA, MediaEkspresi.id – Penantian masyarakat Nagan Raya untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialis di daerah sendiri kini terwujud. Bupati Nagan Ray…

Most Popular

Polemik Dugaan Kericuhan Musdes Pantai Sederhana, Perangkat Desa Berikan Klarifikasi

Polemik Dugaan Kericuhan Musdes Pantai Sederhana, Perangkat Desa Berikan Klarifikasi

13.48.00
Di Tengah Ribuan Industri, Rumah Lansia di Cilamaya Wetan Nyaris Roboh Tak Tersentuh Bantuan

Di Tengah Ribuan Industri, Rumah Lansia di Cilamaya Wetan Nyaris Roboh Tak Tersentuh Bantuan

12.35.00
Semarakkan Talenta Muda, Cilamaya Wetan Gelar O2SN, FLS2N, dan Oltrad Tingkat SD 2026

Semarakkan Talenta Muda, Cilamaya Wetan Gelar O2SN, FLS2N, dan Oltrad Tingkat SD 2026

13.06.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Polemik Dugaan Kericuhan Musdes Pantai Sederhana, Perangkat Desa Berikan Klarifikasi

Polemik Dugaan Kericuhan Musdes Pantai Sederhana, Perangkat Desa Berikan Klarifikasi

13.48.00
Di Tengah Ribuan Industri, Rumah Lansia di Cilamaya Wetan Nyaris Roboh Tak Tersentuh Bantuan

Di Tengah Ribuan Industri, Rumah Lansia di Cilamaya Wetan Nyaris Roboh Tak Tersentuh Bantuan

12.35.00
Semarakkan Talenta Muda, Cilamaya Wetan Gelar O2SN, FLS2N, dan Oltrad Tingkat SD 2026

Semarakkan Talenta Muda, Cilamaya Wetan Gelar O2SN, FLS2N, dan Oltrad Tingkat SD 2026

13.06.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi