Menu Program MBG di SMPN 2 Pakisjaya Dinilai Jauh dari Nilai Anggaran, Orang Tua Siswa Cium Dugaan Penggerusan Dana Negara
KARAWANG, Mediaekpresi.id – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menuai kritik tajam dari kalangan orang tua siswa. Kualitas menu yang disajikan dinilai tidak sebanding dengan alokasi anggaran per porsi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui APBN, Senin (19/1/2026).
Kekecewaan ini memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara realisasi anggaran dengan fakta di lapangan. Para orang tua menilai, kualitas dan kuantitas makanan yang diterima siswa jauh di bawah standar gizi yang dijanjikan dalam program strategis nasional tersebut.
Keluhan Orang Tua dan Indikasi Penyimpangan
Seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatannya, komposisi menu yang diberikan terkesan asal-asalan dan minim kandungan gizi.
"Secara hitungan kasar harga bahan pokok di pasar, nilai menu yang disajikan tidak masuk akal jika dibandingkan dengan besaran anggaran resmi. Pertanyaannya, anggaran tersebut benar-benar terserap seluruhnya ke piring siswa atau ada pemotongan?" ujarnya kepada awak media, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, ketimpangan ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik pengurangan kualitas yang disengaja. "Ini uang negara untuk anak-anak. Jika realisasinya seperti ini, kami khawatir ada penggerusan dana di tengah jalan," tegasnya.
Desakan Audit Transparan
Senada dengan hal tersebut, wali murid lainnya mendesak pihak terkait untuk memberikan transparansi mengenai pengelolaan dana MBG. Muncul kekhawatiran bahwa laporan administrasi yang dibuat tidak sesuai dengan kondisi riil di sekolah.
"Kami meminta persoalan ini dibuka seterang-terangnya. Jangan sampai laporannya rapi di atas kertas, tapi praktiknya merugikan hak gizi anak-anak. Audit wajib dilakukan," tandasnya.
Masyarakat dan orang tua siswa kini mendorong Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan investigasi menyeluruh. Audit diharapkan menyasar rantai distribusi, mulai dari perencanaan, pengadaan bahan baku, hingga penyajian di tingkat sekolah.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Mediaekpresi.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah SMPN 2 Pakisjaya maupun dinas terkait di Kabupaten Karawang.
Kasus ini menjadi atensi publik di Karawang, mengingat Program MBG merupakan pilar utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jika dugaan penyimpangan ini terbukti benar, hal tersebut dinilai dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap program-program pro-rakyat yang diusung pemerintah.
Laporan: Roan
Editor: Ata Priatna

Posting Komentar