Jaga Kondusivitas Daerah, Ribuan Massa Laskar Sasak Pawai Dukung Pemprov NTB
Ekspresi MATARAM — Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Laskar Sasak menggelar aksi damai di jantung Kota Mataram, Senin (19/1). Aksi konstitusional ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., sekaligus menyerukan penolakan terhadap segala bentuk provokasi dan hoaks yang mengancam persatuan daerah.
Massa mulai memadati titik kumpul di kawasan Malomba sejak pukul 08.00 WITA. Dengan membawa berbagai atribut, mereka melakukan long march menuju Mapolda NTB, Kejaksaan Tinggi NTB, dan berakhir di Kantor Gubernur NTB.
Ketua Umum DPP Laskar Sasak, Lalu Muhammad Ali Sadikin, M.Pd., menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kegelisahan masyarakat terhadap maraknya ujaran kebencian di ruang publik. Menurutnya, Laskar Sasak berkomitmen untuk mengawal jalannya pemerintahan agar tetap fokus pada pengabdian kepada rakyat tanpa terganggu oleh narasi-narasi destruktif.
"Kami hadir untuk mengawal program-program pembangunan NTB. Kami menolak dengan tegas segala bentuk provokasi, hoaks, dan ujaran kebencian yang ditujukan kepada pemerintah. Semua itu hanya akan merusak kondusivitas yang telah kita bangun bersama di NTB," ujar Ali Sadikin saat memberikan orasi.
Ia menambahkan, menjaga marwah kepemimpinan daerah merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial di Bumi Gora. Laskar Sasak juga mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang sengaja menyebarkan kebencian demi kepentingan tertentu.
"Aksi ini adalah aksi konstitusional. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan tenang dan masyarakat tidak terpecah belah oleh informasi yang tidak bertanggung jawab," tegasnya lagi.
Sekitar 1.000 peserta aksi tampak tertib menyuarakan aspirasinya. Meski sempat memadati jalur-jalur protokol, aksi berakhir dengan damai setelah perwakilan massa menyampaikan poin-poin pernyataan sikapnya kepada pihak berwenang. Melalui aksi ini, Laskar Sasak berharap masyarakat NTB semakin dewasa dalam menyerap informasi dan tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan kritik.(Red)


Posting Komentar