Cilamaya Wetan Masuk 10 Besar Realisasi PBB-P2 Pasca Pemberlakuan Perda Baru
Ekspresi KARAWANG – Kecamatan Cilamaya Wetan mencatatkan performa positif dalam sektor pendapatan daerah. Di bawah kepemimpinan Camat Ade Setiawan, S.STP.MM, wilayah ini berhasil menembus jajaran 10 besar kecamatan dengan tingkat capaian pajak tertinggi di Kabupaten Karawang, mencapai angka 50,2 persen.
Pencapaian ini menjadi momentum penting, mengingat hasil tersebut diraih di tengah masa transisi pasca implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Sinergi dan Kepatuhan Wajib Pajak
Saat ditemui di sela kegiatannya di Kantor Kecamatan, Camat Cilamaya Wetan, Ade Setiawan, S.STP.MM, memaparkan strategi yang ia terapkan sehingga wilayahnya mampu mencapai angka 50,2 persen di masa transisi regulasi.
"Kami menyadari bahwa setiap perubahan regulasi, seperti hadirnya Perda Nomor 6 Tahun 2025 ini, pasti membawa tantangan tersendiri di lapangan. Namun, kami menekankan kepada seluruh jajaran bahwa pajak ini kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan," ujar Ade kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa komunikasi dua arah menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika di tingkat desa.
"Strategi kami bukan sekadar menagih, tapi mengedukasi. Saya secara rutin turun langsung berkoordinasi dengan para Kepala Desa untuk memastikan kendala di lapangan segera mendapat solusi. Angka 50,2 persen ini baru awal; target kami adalah memastikan seluruh wajib pajak memahami hak dan kewajibannya sesuai aturan terbaru," pungkasnya.
Adaptasi Regulasi Baru
Ade menjelaskan bahwa Perda Nomor 6 Tahun 2025 membawa semangat pembaruan dalam tata kelola pajak yang lebih transparan dan akuntabel. Meskipun terdapat penyesuaian administratif, pihak kecamatan memastikan pelayanan kepada wajib pajak tetap berjalan optimal tanpa hambatan berarti.
Beberapa faktor kunci keberhasilan di Cilamaya Wetan antara lain:
• Sosialisasi Masif: Penjelasan langsung kepada warga mengenai poin-poin krusial dalam Perda No. 6/2025.
• Jemput Bola: Optimalisasi petugas pemungut di tingkat desa untuk mempermudah akses pembayaran warga.
• Koordinasi Intensif: Pemantauan data real-time untuk memastikan setiap progres tercatat dengan akurat.
Optimisme target tahunan
Meski telah mencapai posisi 10 besar, Ade Setiawan menegaskan pihaknya tidak akan mengendurkan pengawasan. Fokus utama saat ini adalah melakukan pendampingan kepada desa-desa yang realisasinya masih perlu ditingkatkan agar target tahunan dapat tercapai 100 persen.
Keberhasilan peningkatan PBB-P2 ini diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan publik dan pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir Karawang tersebut.
• Pri

Posting Komentar