Menelusuri Kali Kyura Pura: Surga Alam Gratis di Jalur Trans Timika-Deiyai

Wisata Kali Kyura Pura
Ekspresi TIMIKA – Destinasi wisata alam di tanah Papua seolah tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. Salah satunya adalah Kali Kyura Pura, sebuah pemandian alam yang terletak di jalur Trans Timika-Deiyai. Selain menawarkan kesegaran air pegunungan, tempat ini menjadi primadona karena aksesnya yang terbuka luas bagi publik tanpa dipungut biaya masuk.
Perjalanan ekspedisi menuju lokasi ini dilakukan oleh penulis bersama rekan, Pabianus Muyapa, pada Sabtu (20/9/2025). Perjalanan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan upaya mencari perspektif baru tentang potensi wisata di wilayah Papua Tengah sekaligus mengampanyekan pola hidup sehat melalui aktivitas luar ruangan.
Persiapan dan Perjalanan Menembus Belantara
Perjalanan dimulai dari Kota Timika pada pukul 07.00 WIT dengan menggunakan sepeda motor sewaan. Dengan biaya sewa Rp 100.000 per hari, perjalanan ini tergolong ekonomis bagi para petualang yang ingin menikmati suasana pedalaman Papua.
Rute yang ditempuh melintasi rimbunnya hutan tropis. Berangkat dari titik Kampung Yayanti Mayon (KM 754), perjalanan berlanjut hingga mencapai jembatan Kali Kyura Pura yang berada di titik koordinat KM 123+670 atau sekitar KM 793 berdasarkan penanda jalan Trans.
Di sepanjang jalur darat ini, pengunjung disuguhi pemandangan alam yang masih sangat asri. Suara burung Cenderawasih yang bersahutan dan gonggongan anjing hutan di kejauhan menjadi teman setia selama melintasi kawasan hutan yang masuk dalam wilayah administratif Kampung Bouwopa dan Dakamaida, Distrik Damabagata, Kabupaten Deiyai.
Pesona Kejernihan Kali Kyura Pura
Setibanya di lokasi, jernihnya aliran Kali Kyura Pura langsung menyambut para pengunjung. Suasana hangat terlihat dari interaksi warga setempat dan wisatawan yang memadati area sungai.
"Kami tidak langsung berenang, tetapi menikmati suasana di depan sungai dan jembatan sambil mendokumentasikan keindahan alam ini. Sangat menyenangkan karena di sini kita bebas berekreasi tanpa harus membayar tiket masuk," ujar penulis dalam catatan perjalanannya.
Selama kurang lebih tiga jam, mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIT, penulis menikmati kesegaran air sungai yang dingin dan jernih. Area ini menjadi titik favorit bagi warga yang ingin melepas penat dari rutinitas kota tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Komitmen Menjaga Kebersihan
Meski gratis, pengelola dan masyarakat setempat sangat tegas dalam menjaga kelestarian lingkungan. Di sepanjang area pinggiran sungai dan gerbang masuk, terpasang papan tata tertib yang wajib dipatuhi pengunjung, di antaranya:
Menjaga sopan santun bagi setiap pengunjung.
Larangan keras membuang sampah di sungai; semua sisa makanan harus dibawa pulang kembali.
Kewajiban menjaga kebersihan dan kebersamaan di lingkungan wisata.
"Pesan saya kepada teman-teman, baik yang di Timika maupun dari luar daerah, mari kita jaga bersama keamanan dan kebersihan tempat ini. Wisata Kali Kyura Pura adalah milik kita bersama untuk rekreasi saat ini dan masa depan," tutup penulis.
Perjalanan ini membuktikan bahwa Papua tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki potensi wisata berbasis komunitas yang mandiri jika dijaga dengan penuh kesadaran.
Laporan: Jhon Gipedi Nawipa
Editor: Ata Priatna
Posting Komentar