Respons Cepat Banjir Pemalang, PKS Salurkan Ratusan Paket Makanan untuk Warga Terdampak
PEMALANG, mediaekspresi.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pemalang sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi mengakibatkan Sungai Comal meluap. Akibatnya, sejumlah kecamatan seperti Ulujami, Comal, dan Ampelgading terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Merespons kondisi darurat tersebut, Bidang Kepanduan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pemalang segera turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan logistik berupa ratusan paket nasi bungkus kepada warga yang terjebak banjir.
Ketua Bidang Kepanduan PKS Pemalang, Maman Faturahman, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian cepat partai terhadap masyarakat yang kesulitan mengakses bahan pangan akibat rumahnya terendam.
"Hari ini kami membagikan sekitar 250 paket nasi bungkus untuk warga terdampak, khususnya di titik-titik parah seperti Desa Klegen dan Purwosari, Kecamatan Comal," ujar Maman saat ditemui di lokasi aksi, Sabtu sore (17/1).
Data PUSDALOPS BPBD: Ribuan Rumah Terendam
Berdasarkan Situation Report (SITREP) yang dirilis PUSDALOPS BPBD Kabupaten Pemalang per Sabtu (17/1) pukul 12.26 WIB, banjir luapan Sungai Comal berdampak luas di beberapa titik:
Kecamatan Ulujami: Menjadi wilayah terparah. Di Desa Sidomulyo, sebanyak 565 rumah terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 60 cm hingga 1,5 meter. Sementara di Desa Mojo, sebanyak 1.212 unit rumah terendam, berdampak pada 4.576 jiwa.
Kecamatan Comal: Di Desa Klegen, sekitar 800 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 80 cm. Sebanyak 58 warga (lansia dan balita) kini mengungsi di Masjid Nurul Huda.
Kecamatan Petarukan & Pemalang Kota: Banjir juga merendam Desa Pesucen, Widodaren, dan Karangasem dengan ketinggian air rata-rata 50-60 cm. Di wilayah kota, Kelurahan Kebondalem sempat tergenang sebelum akhirnya dilakukan penyedotan oleh petugas.
Upaya Penanggulangan dan Imbauan
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Pemalang telah mendirikan dapur umum yang berpusat di Desa Kendalrejo untuk menjamin pasokan pangan bagi para pengungsi. Petugas piket siaga bencana juga disiagakan 24 jam guna memantau debit air Sungai Comal dan perkembangan cuaca.
Meski di beberapa titik seperti Randudongkal air dilaporkan mulai surut, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
"Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat susulan yang dapat memicu banjir kiriman atau longsor, terutama di wilayah selatan. Hindari berlindung di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai angin kencang," tulis laporan BPBD.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat musibah banjir tersebut, namun kerugian materiil berupa kerusakan lahan pertanian, tambak, dan akses jalan masih dalam pendataan lebih lanjut.
Reporter: Ragil
Editor : Ata Priatna


Posting Komentar